Dengan target 500 pasangan, jumlah calon pengantin yang terlibat dapat mencapai sekitar 1.000 orang apabila seluruh kuota terpenuhi.
SEMARANG, BOROBUDURCHANEL – RMI-NU Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah menyiapkan program nikah massal bagi 500 pasangan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan bertajuk “Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri” itu dijadwalkan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Rabu, 21 Oktober 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperingati Hari Santri melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan keluarga besar pesantren. Penyelenggara tidak hanya menargetkan pelaksanaan akad nikah secara massal, tetapi juga menjadikan kegiatan ini sebagai sarana edukasi mengenai pernikahan sesuai ketentuan syariat Islam.
Berdasarkan informasi Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, persiapan kegiatan masih memasuki tahap finalisasi pada 15 Oktober 2026.
Program ini terutama ditujukan bagi guru di lingkungan pesantren dan keluarga besar pesantren yang telah siap melangsungkan pernikahan.
Dengan target 500 pasangan, jumlah calon pengantin yang terlibat dapat mencapai sekitar 1.000 orang apabila seluruh kuota terpenuhi.
Penyelenggara menekankan bahwa pernikahan bukan semata-mata pelaksanaan akad, melainkan juga awal dari tanggung jawab membangun rumah tangga. Karena itu, pemahaman mengenai ketentuan syariat, proses akad, dan tanggung jawab berkeluarga menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan.
Pelaksanaan program di MAJT juga menempatkan peringatan Hari Santri sebagai ruang untuk memperkuat peran pesantren dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk dalam pembinaan keluarga.
Meski demikian, hingga informasi persiapan tersebut dipublikasikan, kegiatan masih berstatus rencana yang sedang dimatangkan. Kepastian jumlah pasangan yang akan mengikuti akad perlu menunggu pelaksanaan dan konfirmasi resmi penyelenggara.
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945, yang kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sumber: Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Masjid Agung Jawa Tengah, dan NU Online Jawa Tengah.
Editor: Aris Munandar











