Pendidikan dan Makna Menjadi Manusia

1001225567
Erich Fromm
banner 468x60

Pendidikan adalah perjalanan menjadi manusia: belajar mengenali diri, menghargai sesama, memahami kenyataan, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup.

BOROBUDURCHANEL – Pendidikan sering kali diukur dari ijazah, gelar, dan seberapa tinggi seseorang menempuh bangku sekolah. Kita lupa bertanya, untuk apa semua itu? Apakah pendidikan hanya membuat manusia lebih pandai, atau juga menjadikannya lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan?

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka, termasuk pandangan Ina Liem yang mengingatkan publik agar tidak melupakan makna pendidikan, semestinya membawa kita pada perenungan yang lebih luas. Bukan semata-mata tentang dokumen seorang pejabat, melainkan tentang cara kita memahami manusia.

Mahatma Gandhi memandang pendidikan sebagai proses pengembangan manusia secara utuh, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Pengetahuan seharusnya membentuk pikiran, keterampilan, dan karakter. Sebab, kepandaian tanpa kebijaksanaan dapat membuat manusia semakin mahir mencapai tujuan, tetapi belum tentu memahami apakah tujuan itu baik bagi sesamanya.

Dorothy Law Nolte mengingatkan bahwa manusia belajar dari lingkungan dan teladan yang mengitarinya. Pendidikan, dengan demikian, tidak berhenti di ruang kelas. Ia tumbuh di rumah, di masyarakat, dan dalam kehidupan sehari-hari. Cara kita memperlakukan orang lain, menghadapi perbedaan, serta mengakui kesalahan merupakan pelajaran yang sering kali lebih membekas daripada nasihat panjang.

Sementara itu, Erich Fromm mengajak manusia mempertanyakan orientasi hidup yang terlalu menekankan kepemilikan. Dalam dunia pendidikan, gelar dapat menjadi sesuatu yang dibanggakan, tetapi pengetahuan seharusnya tidak berhenti sebagai simbol status. Ilmu memperoleh maknanya ketika digunakan untuk memahami kehidupan, mengembangkan diri, dan memberi manfaat bagi orang lain.

Dari ketiga pemikiran itu, kita belajar bahwa pendidikan bukan perlombaan mengumpulkan gelar. Pendidikan adalah perjalanan menjadi manusia: belajar mengenali diri, menghargai sesama, memahami kenyataan, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup.

Namun, menghargai makna pendidikan bukan berarti mengabaikan ijazah. Dokumen tetap penting ketika menjadi persyaratan hukum. Hanya saja, ijazah tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran kualitas manusia, sebagaimana kemampuan seseorang juga tidak serta-merta menggugurkan kewajiban memenuhi aturan.

Pada akhirnya, hidup bukan sekadar tentang apa yang berhasil kita miliki, melainkan tentang apa yang kita pahami dan sumbangkan. Pendidikan seharusnya membantu manusia menemukan makna, bukan hanya mengejar pengakuan.

Sebab, manusia yang terdidik bukan semata-mata manusia yang memiliki banyak pengetahuan, melainkan manusia yang bersedia menggunakan pengetahuannya dengan bijaksana. Ia tidak merasa paling benar karena gelarnya, tidak merendahkan orang lain karena perbedaan latar belakangnya, dan tidak menganggap dirinya selesai belajar hanya karena telah lulus dari sebuah lembaga pendidikan.

Ijazah mungkin menandai berakhirnya satu jenjang pendidikan. Namun, menjadi manusia yang lebih baik adalah pelajaran seumur hidup.


Editor: Aris Munandar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *