16 Bangunan Terdampak dan Satu Warga Luka, Kebakaran di Tieng Kejajar Wonosobo

Kebakaran di Tieng Kejajar Wonosobo 16 Bangunan Terdampak dan Satu Warga Luka Bakar
Kebakaran di Tieng Kejajar Wonosobo, 16 Bangunan Terdampak dan Satu Warga Luka Bakar ( tim liputan )
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM — WONOSOBO,  – Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9/2026) pagi. Kobaran api dengan cepat merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi setelah kondisi angin cukup kencang.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Api pertama kali terlihat membakar bagian lantai dua rumah milik Khasoni (60).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kapolsek Kejajar Iptu Mashuri mengatakan, seorang saksi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan upaya pemadaman.

“Setelah mengetahui adanya kebakaran, saksi kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman. Api cukup besar dan tertiup angin sehingga dengan cepat merembet ke rumah-rumah di sekitarnya,” ujar Mashuri.

Warga bersama personel Polsek Kejajar, Koramil Kejajar, BPBD, petugas pemadam kebakaran, perangkat desa dan unsur terkait langsung bergerak melakukan penanganan.

Setelah proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

16 Bangunan Terdampak

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat  16 bangunan  yang terdampak kebakaran. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya terbakar hingga habis.

Kebakaran tersebut juga menyebabkan satu warga mengalami luka bakar. Korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Setjonegoro Wonosobo.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Mengenai penyebab kebakaran, kepolisian masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan analisis awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua rumah warga.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Polisi masih meminta keterangan dari saksi dan korban untuk memastikan sumber serta penyebab kebakaran.

Kapolsek Kejajar menegaskan proses pendalaman masih berlangsung.

“Untuk penyebab kebakaran masih merupakan dugaan awal. Kami masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari saksi maupun korban untuk memastikan penyebab kejadian,” pungkas Mashuri.

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan

Setelah proses pemadaman selesai, perhatian kemudian diarahkan pada kondisi warga yang terdampak.

Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., memimpin penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan melalui Kepala Desa Tieng, Farhan.

Menurut Nana, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok, Polwan Polres Wonosobo juga melakukan **trauma healing** bagi warga terdampak, terutama anak-anak serta korban yang mengalami ketakutan dan kecemasan setelah kebakaran.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis. Warga diberi kesempatan untuk bercerita, berkomunikasi dan berinteraksi agar secara perlahan dapat kembali merasakan keamanan setelah mengalami peristiwa tersebut.

Kepala Desa Tieng Farhan mengapresiasi respons cepat kepolisian bersama berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

“Kami mewakili warga Desa Tieng mengapresiasi kepolisian dan instansi lain atas respons cepat dalam membantu pemadaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian kepada warga kami,” kata Farhan.

Warga Diminta Waspadai Instalasi Listrik

Peristiwa kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah.

Polres Wonosobo mengimbau warga memeriksa instalasi listrik secara berkala dan menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar.

Masyarakat juga diminta memastikan peralatan elektronik serta kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Langkah sederhana tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdekatan.

Sementara penyebab pasti kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, masih menunggu hasil pendalaman kepolisian.

Penanganan terhadap warga terdampak kini tidak hanya berfokus pada kerusakan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat musibah tersebut.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *