BOROBUDURCHANEL.COM – JOMBANG – Geliat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tak hanya terasa di arena persidangan. Masyarakat sekitar turut menyambut ribuan muktamirin melalui berbagai bentuk pelayanan dan gotong royong.
Salah satunya terlihat di Posko Ramah Muktamirin yang berada di depan AFCO, wilayah Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang.
Posko ini menjadi ruang pelayanan bagi muktamirin yang datang dari berbagai daerah sekaligus menjadi bukti kolaborasi lintas organisasi dan unsur pemerintahan.
Kolaborasi Lintas Organisasi
Posko Ramah Muktamirin diinisiasi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Tembelang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Jombang, Pemerintah Kecamatan Tembelang, Polsek Tembelang, dan Koramil Tembelang.
Posko tersebut resmi dibuka Bupati Jombang Warsubi melalui apel di Pasar Ngrawan pada Senin (24/8/2026).
Sehari kemudian, Selasa (25/8/2026), posko mulai beroperasi melayani muktamirin dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Sediakan 10.000 Porsi Bakso Gratis
Beragam layanan diberikan secara cuma-cuma. Salah satu dukungan datang dari PDM Jombang yang menyediakan makanan bagi para muktamirin.
Sedikitnya 10.000 porsi bakso disiapkan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Jumlah tersebut bahkan dapat ditambah jika jumlah muktamirin yang datang semakin membludak.
Selain konsumsi, PDM Jombang juga menyediakan dukungan layanan kesehatan berupa ambulans.
Fasilitas rumah sakit turut disiapkan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan bagi peserta selama rangkaian muktamar berlangsung.
Mi Instan, Teh hingga Kopi Gratis
Sementara itu, MWC NU Tembelang bersama BAMAG Kabupaten Jombang menyediakan kebutuhan sederhana bagi para muktamirin.
Mi instan, teh, hingga kopi dapat dinikmati secara gratis. Layanan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap para tamu yang datang ke Jombang.
Tak hanya konsumsi, Posko Ramah Muktamirin juga menyediakan dua rumah singgah gratis.
Masing-masing berada di Dusun Weru, dengan salah satunya berada di lingkungan GKJW. Rumah singgah tersebut dapat digunakan Nahdliyin untuk beristirahat selama mengikuti rangkaian Muktamar NU.
Posko Ramai Sejak Pagi
Posko melayani muktamirin mulai pukul 06.00 WIB hingga malam hari.
Aktivitas di lokasi nyaris tak berhenti. Sejak pagi, muktamirin silih berganti datang untuk menikmati hidangan, beristirahat, maupun mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Sekretaris BAMAG Kabupaten Jombang, Kaseno, mengatakan tingginya aktivitas di posko menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat untuk ikut menyukseskan Muktamar ke-35 NU.
“Alhamdulillah selalu ramai karena kami nonstop,” tutur Kaseno.
Pelayanan dilakukan secara bergilir oleh seluruh unsur yang terlibat dalam Posko Ramah Muktamirin.
Dengan pola tersebut, pelayanan dapat berlangsung sejak pagi hingga malam tanpa bergantung pada satu kelompok saja.
Wujud Toleransi dan Gotong Royong
Bagi Kaseno, keterlibatan BAMAG bersama berbagai unsur tidak sekadar memberikan konsumsi atau fasilitas kepada muktamirin.
Kehadiran posko menjadi kesempatan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam momentum nasional yang berlangsung di Jombang.
“Senang sekali kami bisa berkontribusi di kegiatan nasional ini, senang sekali ikut bisa melakukan apa yang kami bisa. Harapan kami muktamar berjalan dengan lancar dan mendapatkan pemimpin yang diharapkan,” pungkas Kaseno.
Posko Ramah Muktamirin di Mojokrapak menunjukkan bahwa kemeriahan Muktamar ke-35 NU tidak hanya berlangsung di ruang persidangan.
Di luar arena, masyarakat turut mengambil peran melalui pelayanan, gotong royong, dan kolaborasi lintas organisasi.
Di tengah padatnya aktivitas muktamar, posko tersebut menjadi salah satu wajah keramahan warga Jombang dalam menyambut para tamu dari berbagai penjuru Indonesia.











