BOROBUDURCHANEL.COM — MAGELANG, – Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, dan pelaku industri agar pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional dapat berjalan lebih cepat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Go-See and Pitch Trip Kunjungan Industri ke PT VKTR Sakti Industries, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat langsung perkembangan industri kendaraan listrik sekaligus membangun koneksi yang dapat membuka peluang kerja sama.
Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai operasional industri, penguatan manufaktur dalam negeri, *business pitching*, jejaring strategis, hingga pertukaran pengetahuan mengenai praktik industri.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie hadir bersama jajaran KADIN Indonesia, pimpinan industri, akademisi, serta perwakilan pemerintah.
Sejumlah unsur perguruan tinggi juga mengikuti agenda tersebut, termasuk akademisi dan peserta dari bidang teknis, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan elektro.
Keterlibatan kampus dinilai penting karena industri kendaraan listrik membutuhkan lebih dari sekadar investasi dan fasilitas produksi. Pengembangan industri juga harus dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknologi.
KADIN Dorong Investasi yang Berkelanjutan
Dalam agenda tersebut, dukungan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat terhadap pengembangan kendaraan listrik dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat investasi manufaktur yang berkelanjutan.
Investasi di sektor kendaraan listrik diharapkan tidak berhenti pada pembangunan pabrik atau fasilitas produksi.
Lebih jauh, investasi perlu berkembang menjadi ekosistem industri yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat rantai pasok, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.
KADIN Indonesia juga memiliki inisiatif KADIN Net Zero yang diarahkan untuk mendorong dunia usaha menerapkan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Ekosistem Kendaraan Listrik Harus Terhubung
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari transformasi ekonomi menuju industrialisasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Menurut Jumhur, pengembangan industri tersebut membutuhkan keterhubungan antara riset, inovasi, investasi, manufaktur, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
“Keberhasilan pengembangan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan membangun pabrik, tetapi harus didukung oleh ekosistem yang kuat,” ujar Jumhur.
Ekosistem tersebut mencakup pengembangan teknologi baterai, manufaktur komponen, infrastruktur pengisian daya, hingga pengelolaan dan daur ulang baterai dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Artinya, pengembangan kendaraan listrik harus dilakukan dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonominya semakin besar dan ketergantungan terhadap rantai pasok luar negeri dapat ditekan.
Magelang Jadi Ruang Pertemuan Industri dan Kampus
Kunjungan ke PT VKTR Sakti Industries menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat dibangun melalui interaksi langsung.
Peserta berkesempatan melihat fasilitas perakitan kendaraan listrik sekaligus memahami secara lebih dekat tantangan dan peluang yang dihadapi industri kendaraan listrik Indonesia.
Bagi kalangan perguruan tinggi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri.
Sementara bagi pelaku usaha dan investor, pertemuan semacam ini dapat membuka peluang untuk membangun jejaring dan kerja sama baru.
Jumhur berharap kolaborasi lintas sektor terus berkembang menjadi inovasi, investasi, dan kemitraan strategis yang konkret.
Jika ekosistem tersebut dapat dibangun secara konsisten, Indonesia tidak hanya memiliki pasar kendaraan listrik yang besar.
Indonesia juga berpeluang menjadi produsen, pengembang teknologi, serta salah satu bagian penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global.***











