Dapur Umum Swadaya di Muktamar NU Jombang Bagikan 7.000 Nasi Gratis Setiap Hari

Para relawan memasak di Dapur Umum untuk melayani tamu Muktamar ke 35 NU. Foto Mufid Para relawan memasak di Dapur Umum untuk melayani tamu Muktamar ke 35 NU. Foto Mufid
Para relawan memasak di Dapur Umum untuk melayani tamu Muktamar ke-35 NU. (Foto_ Mufid) Para relawan memasak di Dapur Umum untuk melayani tamu Muktamar ke-35 NU. (Foto_ Mufid)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – JOMBANG – Antusiasme warga Nahdlatul Ulama (NU) yang memadati kawasan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, direspons dengan aksi gotong royong warga.

Sebuah dapur umum swadaya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para muhibbin yang datang dari berbagai daerah. Dapur tersebut menyediakan sekitar 7.000 porsi nasi gratis setiap hari.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dibagi Dua Shift

Koordinator Bidang Konsumsi, Lailatun Ni’mah atau Ning Eli, mengatakan pembagian makanan dilakukan dalam dua tahap untuk mengantisipasi kepadatan massa sekaligus menjaga kualitas makanan.

“Pendistribusian ini dibagi dua shift, siang pukul 11.00 WIB dan sore pukul 17.00 WIB. Tiap shift 3.500 bungkus,” ujar Ning Eli.

Dengan pembagian tersebut, ribuan nasi bungkus dapat disalurkan kepada para pencinta NU yang hadir di sekitar lokasi Muktamar ke-35 NU.

Dapat Bantuan Tujuh Ekor Sapi

Operasional dapur umum sepenuhnya mengandalkan semangat gotong royong dan kepedulian warga Nahdliyin.

Bahan makanan berasal dari sumbangan para donatur, alumni pesantren, hingga wali santri dari Jombang dan sekitarnya.

Menu yang disiapkan juga dibuat bervariasi setiap hari. Namun, olahan daging menjadi salah satu menu dominan setelah dapur umum mendapatkan bantuan tujuh ekor sapi dari para alumni pesantren.

“Alhamdulillah menunya daging terus karena kita mendapat bantuan pasokan tujuh ekor sapi dari para alumni,” kata Ning Eli.

Puluhan Relawan Turun Tangan

Di balik ribuan nasi bungkus yang dibagikan setiap hari, terdapat puluhan relawan yang bekerja sejak pagi.

Mereka bertugas mulai dari menyiapkan bahan makanan, memotong daging, meracik bumbu, memasak hingga proses pengemasan dan distribusi.

Para relawan berasal dari berbagai badan otonom (Banom) NU, seperti GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, serta personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Para relawan membagi tugas mulai dari penyiapan bahan, pemotongan daging, meracik bumbu, memasak dalam kawah besar, hingga membungkus dan membagikan paket nasi secara tertib kepada para muhibbin,” tuturnya.

Wujud Gotong Royong Warga NU

Bagi Ning Eli, keberadaan dapur umum bukan sekadar menyediakan makanan gratis bagi para tamu.

Lebih dari itu, dapur tersebut menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kepedulian warga NU dalam menyambut para muhibbin yang datang dari berbagai daerah.

“Ini bagian dari gotong royong kita untuk melayani para muhibbin yang datang dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain melayani para muhibbin, dapur umum juga turut mendukung kebutuhan konsumsi peserta resmi Muktamar atau muktamirin.

Sedikitnya 20 pelaku UMKM dilibatkan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi para peserta Muktamar ke-35 NU.

“Kita juga melibatkan 20 UMKM untuk para muktamirin,” pungkas Ning Eli.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *