Gus Barok Jenguk Korban Keracunan Es Buah di RS Bukit Menoreh, Upayakan Biaya Perawatan Gratis
MAGELANG – Anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Zaenal Mubarok atau yang dikenal dengan nama Gus Barok, menjenguk korban dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi es buah di Rumah Sakit Bukit Menoreh, Salaman, Rabu malam (14/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Barok didampingi Camat Salaman Fauzi Yanuar dan Kapolsek Salaman AKP Edy Purwanto. Ia menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa warga, termasuk anak-anak yang turut menjadi korban.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, Gus Barok menaruh perhatian pada pelayanan kesehatan bagi para korban. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Jika jumlah pasien bertambah dan kapasitas rumah sakit tidak mencukupi, penambahan tempat tidur untuk pasien rawat inap perlu dipertimbangkan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik.
Selain menjenguk korban, Gus Barok juga berkoordinasi dengan Bupati Magelang Grengseng Pamuji untuk mengupayakan agar seluruh korban, baik yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan, dibebaskan dari biaya perawatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama mereka yang harus mendampingi anak-anak dan anggota keluarga lainnya selama menjalani perawatan serta pemulihan.
Sebanyak 16 Pasien Menjalani Rawat Inap
Berdasarkan informasi yang diterima Gus Barok dari Rumah Sakit Bukit Menoreh, Salaman, hingga Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 16 pasien menjalani rawat inap. Sementara itu, puluhan korban lainnya menjalani rawat jalan.
Dugaan keracunan tersebut dilaporkan terjadi setelah warga mengonsumsi es buah yang dibeli dari tiga titik warung di wilayah Sidowangi, Kaliabu, dan Salaman, Kabupaten Magelang.
Sebagian warga mengonsumsi es buah pada Senin dan Selasa (12–13 Oktober 2026). Gejala mulai dirasakan pada Rabu pagi (14/10/2026), dengan jumlah korban terbanyak dilaporkan berada di Kecamatan Kajoran.
Polresta Magelang melalui Polsek Kajoran telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengambil sampel es buah untuk pemeriksaan laboratorium, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu. Belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber maupun faktor yang menyebabkan warga mengalami gejala dugaan keracunan.
Gus Barok berharap seluruh korban segera pulih dan mendapatkan penanganan yang diperlukan. Ia juga mendorong koordinasi antara pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada korban berjalan baik, termasuk upaya meringankan biaya pengobatan keluarga terdampak. Redaksi











