Belajar Tak Harus di Kelas, Siswa SMPN 1 Sawangan Mengamati Aktivitas Pasar Muntilan

SMPN 1 Sawangan Gelar Kegiatan Kokurikuler di Pasar Muntilan
SMPN 1 Sawangan Gelar Kegiatan Kokurikuler di Pasar Muntilan (triyanto/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Hal itu diterapkan SMP Negeri 1 Sawangan, Kabupaten Magelang, melalui kegiatan kokurikuler yang membawa siswa belajar langsung di kawasan Pasar Muntilan, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Pasar dipilih sebagai ruang belajar agar siswa dapat mengamati secara langsung berbagai aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Koordinator kegiatan, Sulanjani, mengatakan pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengacu pada manajemen serta ketentuan yang telah disiapkan sebelumnya.

Para siswa diarahkan mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara tertib. Dengan demikian, kegiatan di luar sekolah tetap berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Belajar dari Aktivitas Pasar

Guru SMP Negeri 1 Sawangan, Tutik, menjelaskan kegiatan kokurikuler tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan masyarakat di pasar.

Menurut dia, siswa dapat belajar melalui pengamatan terhadap aktivitas perdagangan yang berlangsung di kawasan Pasar Muntilan. Interaksi antara pedagang dan pembeli juga menjadi bagian dari pengalaman yang dapat diamati secara langsung.

Pembelajaran seperti ini membuat siswa berhadapan dengan situasi yang tidak sepenuhnya dapat digambarkan melalui materi di kelas.

Mereka dapat melihat bagaimana aktivitas ekonomi berlangsung, bagaimana masyarakat berinteraksi, serta bagaimana pasar menjadi salah satu bagian dari kehidupan sosial di lingkungan sekitar.

Pengalaman Belajar di Lingkungan Masyarakat

Kegiatan kokurikuler di Pasar Muntilan juga memberikan pengalaman belajar dengan suasana yang berbeda bagi para siswa.

Selama ini, materi pembelajaran banyak diperoleh melalui proses belajar di sekolah. Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan kondisi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pasar menjadi contoh lingkungan yang memungkinkan siswa melihat berbagai aktivitas secara nyata. Mulai dari kegiatan jual beli hingga interaksi sosial, semuanya dapat menjadi bahan pengamatan selama kegiatan berlangsung.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa memahami bahwa pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi juga pengalaman dan kemampuan mengamati lingkungan.

Kokurikuler sebagai Pengalaman Nyata

Kegiatan di Pasar Muntilan menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal lingkungan di luar sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih kontekstual. Mereka dapat memahami aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus melihat bagaimana materi pembelajaran memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi sekolah, kegiatan kokurikuler juga membutuhkan pengelolaan yang terarah agar aktivitas siswa tetap berjalan tertib dan sesuai tujuan.

Dengan memanfaatkan ruang publik sebagai bagian dari proses belajar, kegiatan SMP Negeri 1 Sawangan di Pasar Muntilan menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat dapat menjadi sumber pengalaman pendidikan bagi siswa.

Pembelajaran di luar kelas tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu siswa memahami kehidupan sosial dan ekonomi yang mereka jumpai di sekitar mereka.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *