BOROBUDURCHANEL.COM – KLATEN — Truk bermuatan pasir bernomor polisi AD 9624 FG hancur setelah tertemper Kereta Api (KA) Malabar di perlintasan sebidang Jalan Raya Gondang-Ngering, Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, truk mengalami kerusakan parah hingga nyaris tak berbentuk dan terlempar sekitar 50 meter dari titik perlintasan.
Truk Hancur dan Terlempar 50 Meter
Berdasarkan pantauan di lokasi, bak truk hancur, sejumlah roda terlepas, sedangkan bagian kemudi dan kabin mengalami kerusakan berat.
Muatan pasir juga masih terlihat berserakan di sekitar lokasi. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Warga Desa Sumyang, Sugianto (40), mengatakan suara benturan terdengar sangat keras hingga mengagetkan warga sekitar.
“Kejadiannya sekitar pukul 01.15 WIB. Suaranya benturan keras terdengar dari desa,” kata Sugianto di lokasi, Kamis pagi.
KA Malabar Tertemper Truk di JPL 295
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kecelakaan tersebut berdampak terhadap perjalanan KA 68 Malabar relasi Bandung-Malang.
Menurut Feni, KA Malabar tertemper truk di JPL 295 Klaten sekitar pukul 01.25 WIB.
Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan evakuasi lokomotif sekaligus normalisasi perjalanan kereta.
“Tidak ada korban jiwa, petugas KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan evakuasi Lokomotif KA (68) Malabar yang tertemper truk tersebut. Evakuasi lokomotif dan normalisasi perjalanan KA terus dilakukan,” ujar Feni dalam keterangan tertulis.
Evakuasi Truk Dilakukan Petugas
Proses evakuasi dilakukan KAI Daop 6 Yogyakarta bersama Unit Gakkum Satlantas Polresta Klaten.
Satu unit mobil derek dikerahkan untuk membantu proses evakuasi truk yang mengalami kerusakan parah tersebut.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas keterlambatan perjalanan akibat insiden tersebut.
Penumpang KA Malabar Dapat Service Recovery
Sebagai bentuk penanganan terhadap penumpang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku.
Bentuk service recovery antara lain pemberian minuman dan makanan ringan dengan menyesuaikan durasi keterlambatan perjalanan.
Hingga Kamis pagi, proses evakuasi dan normalisasi di lokasi kecelakaan masih dilakukan petugas. (Gk)











