PMB 2026 Untidar Sisakan 39 Kursi Kosong, Jumlahnya Turun Tajam Dibanding Dua Tahun Sebelumnya

Universitas Tidar Untidar mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru PMB Tahun Akademik 2026 2027
Universitas Tidar (Untidar) mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.(andy/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Universitas Tidar (Untidar) mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Setelah seluruh tahapan seleksi berakhir, perguruan tinggi negeri yang berada di Kota Magelang itu hanya menyisakan 39 kursi yang belum terisi, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Suyitno, menjelaskan kampus menyediakan kuota sebanyak  4.220 mahasiswa baru pada PMB tahun ini. Hingga proses registrasi selesai, sebanyak 4.181 calon mahasiswa telah menyelesaikan daftar ulang sehingga hanya tersisa 39 kursi kosong.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, kursi yang belum terisi berasal dari calon mahasiswa yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi, tetapi memilih tidak melanjutkan proses registrasi hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

“Kami tidak tahu alasan mereka tidak daftar ulang. Tapi, kursi yang lowong semakin turun,” kata Suyitno di Kampus Untidar Sidotopo, Magelang, Senin (3/8/2026).

Jumlah Kursi Kosong Terus Menurun

Untidar mencatat tren penurunan jumlah kursi kosong dalam tiga tahun terakhir. Pada Tahun Akademik 2024/2025, kampus masih memiliki 270 kursi yang tidak terisi.

Setahun kemudian, pada PMB Tahun Akademik 2025/2026, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 80 kursi. Kini, pada PMB 2026/2027, angka itu kembali turun hingga hanya tersisa 39 kursi66.

Penurunan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya efektivitas sistem penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan oleh Untidar.

Suyitno mengatakan capaian itu tidak lepas dari strategi optimalisasi berbagai jalur seleksi yang dibuka kampus. Salah satunya melalui Seleksi Mandiri One Day Service (SMODS) yang mampu mengisi kekurangan kuota setelah tahapan seleksi nasional selesai.

“SMODS itu menutup kekurangan kursi yang lowong,” ujarnya.

Sistem Seleksi Dinilai Semakin Efektif

Rektor Untidar, Sugiyarto, menilai semakin sedikitnya kursi kosong menunjukkan proses seleksi mahasiswa baru berjalan lebih efektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, penyempurnaan mekanisme penerimaan mahasiswa telah memberikan dampak positif terhadap tingkat keterisian kuota yang disediakan kampus.

“Seleksi kami makin efektif,” katanya.

Meski demikian, proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini masih diwarnai fenomena calon mahasiswa yang memutuskan mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi.

Padahal, sebagian dari mereka telah memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sebelum akhirnya membatalkan registrasi.

Ratusan Peserta Batal Daftar Ulang

Data Untidar menunjukkan, pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terdapat 936 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi. Namun, sebanyak  60 orang memilih tidak melakukan daftar ulang.

Sementara itu, pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), jumlah peserta yang diterima mencapai 2.418 orang. Dari angka tersebut, 347 calon mahasiswa memutuskan tidak melanjutkan proses registrasi.

Sugiyarto menjelaskan, setiap calon mahasiswa yang mengundurkan diri diwajibkan menyampaikan alasan secara resmi disertai dokumen pendukung sebagai bagian dari administrasi kampus.

“Padahal, mereka sudah dapat NIM (Nomor Induk Mahasiswa),” ujarnya.

Memilih Kampus Lain atau Langsung Bekerja

Suyitno menilai fenomena mahasiswa yang batal mendaftar bukan sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi.

Ia menduga ada beberapa faktor yang menjadi penyebab calon mahasiswa tidak melanjutkan registrasi. Sebagian kemungkinan diterima di perguruan tinggi negeri lain yang lebih lama berdiri atau memiliki reputasi lebih kuat. Ada pula yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan maupun langsung memasuki dunia kerja.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang baru berstatus PTN selama sekitar 12 tahun, Untidar masih menghadapi persaingan dalam menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah.

“Apalagi kami perguruan tinggi negeri baru. Kami baru menjadi PTN selama 12 tahun. Ada kemungkinan mereka memilih PTN yang lebih establish, sekolah kedinasan, atau memutuskan langsung bekerja,” pungkasnya.

Meski masih terdapat puluhan kursi yang belum terisi, capaian PMB Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Penurunan drastis jumlah kursi kosong dibandingkan dua tahun sebelumnya menjadi sinyal bahwa strategi penerimaan mahasiswa baru di Untidar semakin efektif sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri yang berada di Kota Magelang tersebut.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *