BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026).
Program yang berlangsung selama 30 hari sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu dipusatkan di Dusun Kwakaran. Seluruh sasaran pembangunan fisik dalam program tersebut berhasil diselesaikan 100 persen.
Sejumlah infrastruktur yang dibangun meliputi cor blok jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 sentimeter.
Selain itu, Satgas TMMD membangun talud senderan sepanjang 70 meter dengan tinggi 1,3 meter serta saluran air sepanjang 400 meter.
Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Infanteri Satrio Budi Laksono mengatakan keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak lepas dari sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Atas nama pribadi dan satuan, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Bupati Magelang, personel TNI-Polri, serta seluruh masyarakat atas sinergi, kerja keras, dan kebersamaan selama satu bulan penuh,” kata Satrio.
Tak Hanya Bangun Infrastruktur
Satrio menegaskan TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Program tersebut juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Menurut Satrio, tema tersebut menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi penguatan ekonomi, kehidupan sosial, dan ketahanan masyarakat.
“Desa memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi, merawat kehidupan sosial, dan menjaga budaya masyarakat. Karena itu, pembangunan yang merata di desa akan memperkokoh kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik. Di antaranya penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, serta kesehatan.
Bupati Magelang Minta Infrastruktur Dirawat
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Giri Kulon.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Pemerintah Kabupaten Magelang sangat mengapresiasi pelaksanaan TMMD ini. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” kata Grengseng.
Dia meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat seluruh infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurut Grengseng, kegiatan nonfisik juga memiliki peran penting karena turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebangsaan, kesehatan, keamanan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Satrio menambahkan, hasil pembangunan fisik maupun nonfisik perlu dievaluasi secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan pelaksanaan TMMD berikutnya.
“Kami berharap seluruh hasil yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang telah dibangun bersama agar dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” tandasnya. (*)










