BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menjalani verifikasi lapangan sebagai calon Desa Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, Jumat (14/8/2026).
Verifikasi berlangsung di Kebun Buah Desa Karangrejo. Tim verifikator menilai konsistensi dan keberlanjutan aksi adaptasi serta mitigasi perubahan iklim yang telah dijalankan masyarakat selama bertahun-tahun.
Wakil Bupati Magelang Sahid mengapresiasi proses verifikasi tersebut. Menurutnya, perubahan iklim kini berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari perubahan pola musim, kekeringan, banjir, longsor, produksi pertanian, ketersediaan air hingga kesehatan masyarakat.
“Program Kampung Iklim bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi merupakan gerakan masyarakat untuk membangun desa yang tangguh menghadapi perubahan iklim, mandiri dalam mengelola sumber daya alam, serta konsisten menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Sahid.
Karangrejo Bina 14 Desa Mitra
Sahid mengatakan Pemkab Magelang akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi hingga komunitas dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan.
Desa Karangrejo dinilai konsisten mengembangkan ProKlim. Setelah meraih predikat ProKlim Utama pada 2017, desa tersebut kini diusulkan naik menjadi ProKlim Lestari.
Karangrejo juga telah membina 14 desa mitra ProKlim di Kecamatan Borobudur. Jejaring tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sahid berharap Karangrejo dapat menjadi pusat pembelajaran ProKlim di Kabupaten Magelang, terutama dalam konservasi air, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, penghijauan, penguatan kelembagaan masyarakat hingga inovasi lingkungan.
Kepala Desa Karangrejo Muhamad Hely Rofikun berharap proses verifikasi memberikan hasil terbaik. Dia juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini mendampingi dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami berharap hasil verifikasi ini semakin baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mengedukasi masyarakat sehingga budaya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di Desa Karangrejo,” kata Hely.
Dorong Penghijauan di Kawasan Punthuk Setumbu
Hely menjelaskan Karangrejo merupakan salah satu dari 20 desa di Kecamatan Borobudur yang mendeklarasikan diri sebagai desa wisata berbasis budaya dan potensi alam.
Desa tersebut memiliki luas sekitar 174 hektare, terdiri dari enam dusun dengan jumlah penduduk sekitar 3.038 jiwa.
Gerakan penghijauan terus didorong, terutama di kawasan wisata Punthuk Setumbu yang menjadi salah satu destinasi unggulan di sekitar Candi Borobudur.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Tim Verifikasi Lapangan ProKlim Lestari KLH RI, Cut Salfitri, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dokumen administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.
“Hari ini kami memverifikasi dokumen sekaligus melakukan validasi di lapangan. Setelah itu tim akan mengunjungi desa binaan untuk melihat implementasi kelembagaan serta aksi-aksi lingkungan yang telah dilakukan sebagai bagian dari Program Kampung Iklim Lestari,” jelasnya.
Dia berharap Desa Karangrejo mampu mempertahankan konsistensi dalam menjalankan program pelestarian lingkungan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun kawasan yang tangguh menghadapi perubahan iklim. (*)










