KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU, Kantongi Dukungan Pengurus NU dari Berbagai Daerah

KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke 35 Dapat Dukungan dari Sejumlah PWNU dan PCNU
KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35, Dapat Dukungan dari Sejumlah PWNU dan PCNU (GH/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – JAKARTA – Dinamika menjelang  Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin menghangat. Tokoh senior NU, KH Marsudi Syuhud, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah menerima dukungan dari sejumlah pengurus NU di berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan tersebut datang dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), hingga para kiai yang menginginkan hadirnya kepemimpinan baru di tubuh PBNU.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Marsudi mengaku menghargai berbagai aspirasi yang disampaikan kepadanya dan menilai dukungan tersebut sebagai amanah yang harus disikapi dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” kata KH Marsudi Syuhud dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Maju dengan Semangat Khidmah

Bagi Marsudi, kesediaannya maju bukan semata-mata untuk meraih jabatan, melainkan sebagai bentuk khidmah atau pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dan umat.

Ia menilai setiap amanah yang diberikan warga NU harus dijalankan dengan niat tulus sehingga berbagai tantangan dalam organisasi dapat dihadapi dengan penuh keikhlasan.

“Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” ujarnya.

Menurut Marsudi, semangat melayani menjadi modal utama dalam memimpin organisasi besar yang memiliki jaringan kepengurusan hingga ke seluruh Indonesia.

Pengalaman Organisasi Dinilai Menjadi Bekal

KH Marsudi Syuhud juga menekankan pentingnya pengalaman berorganisasi sebagai bekal memimpin PBNU.

Ia mengaku telah melalui berbagai jenjang kepengurusan sehingga memahami dinamika organisasi dari tingkat paling bawah hingga tingkat nasional.

“Sebelum menjadi Ketua Umum, minimal harus terbiasa menjadi umumnya ketua. Kita sudah melewati proses dari bawah sehingga memahami persoalan organisasi,” katanya.

Pengalaman tersebut, menurutnya, akan menjadi landasan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaga soliditas warga Nahdlatul Ulama.

Dukungan Menguat dari Kawasan Timur Indonesia

Sinyal dukungan terhadap KH Marsudi juga datang dari sejumlah pengurus daerah.

Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo, mengatakan pihaknya bersama sejumlah pengurus NU di kawasan Indonesia Timur telah melakukan komunikasi intensif guna menyatukan dukungan.

Wilayah yang terlibat dalam komunikasi tersebut meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka,” ujar Juni.

Ia menilai PBNU membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga independensi organisasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Rekam Jejak Internasional Jadi Nilai Tambah

Dukungan serupa disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso.

Menurutnya, KH Marsudi memiliki rekam jejak yang kuat dalam organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Eko menyebut Marsudi aktif mengikuti berbagai forum internasional yang membahas perdamaian dunia serta konsisten mempromosikan nilai-nilai Islam moderat, Pancasila, dan kerukunan antarumat beragama.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi figur yang akan memimpin PBNU di tengah dinamika nasional maupun global.

Muktamar ke-35 Jadi Momentum Menentukan Arah PBNU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.

Dengan mulai bermunculannya dukungan dari berbagai daerah, peta persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU diperkirakan akan semakin dinamis.

Pernyataan kesiapan KH Marsudi Syuhud menambah daftar tokoh yang mendapat perhatian menjelang muktamar. Dukungan dari PWNU, PCNU, para kiai, serta pengurus di berbagai wilayah menjadi modal awal dalam proses konsolidasi yang diperkirakan terus berkembang hingga pelaksanaan forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *