Didorong Himasal dan PCNU Jateng, Gus Yusuf Chudlori Siap Masuk Bursa Ketum PBNU

Gus Yusuf Chudlori Siap Masuk Bursa Ketua Umum PBNU. Foto Istimewa
Gus Yusuf Chudlori Siap Masuk Bursa Ketua Umum PBNU. (Foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL – MAGELANG — Nama Gus Yusuf Chudlori mulai masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.

Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, itu mengaku siap membuka diri terhadap pencalonan setelah mendapat dorongan dari sejumlah jaringan Nahdlatul Ulama.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dorongan awal, kata Gus Yusuf, datang dari sahabat-sahabatnya di Himasal (Himpunan Alumni Santri Lirboyo). Dukungan tersebut kemudian berkembang dengan adanya dorongan dari sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Gus Yusuf dalam wawancara dengan kanal YouTube NU Online pada 7 Agustus 2026.

Berawal dari Dorongan Himasal dan PCNU

Gus Yusuf mengatakan, keputusan untuk mempertimbangkan pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU bukan muncul karena ambisi pribadi.

Menurut dia, dinamika yang terjadi di internal PBNU turut menjadi pertimbangan untuk mengambil bagian dalam proses kepemimpinan NU ke depan.

“Pertama kali dorongan itu datang dari teman-teman Himasal. Kemudian ada dukungan dari PCNU se-Jawa Tengah,” demikian substansi pernyataan Gus Yusuf dalam wawancara tersebut.

Dukungan dari berbagai pihak itu kemudian membuat Gus Yusuf semakin terbuka untuk masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Tak Berambisi di Politik Elektoral

Gus Yusuf juga menegaskan bahwa selama aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dirinya maupun keluarganya tidak pernah mengambil bagian dalam kontestasi politik elektoral.

Ia menyebut tidak pernah mencalonkan diri dalam pemilihan bupati, gubernur maupun sebagai anggota legislatif, meskipun menurutnya terdapat kesempatan untuk mengikuti kontestasi tersebut.

Selama berada di PKB, Gus Yusuf mengaku lebih banyak berkonsentrasi pada tata kelola organisasi.

Penjelasan itu sekaligus menepis anggapan bahwa pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU merupakan konsekuensi dari adanya jeda politik setelah dirinya tidak lagi berada dalam kepengurusan PKB.

Menurut Gus Yusuf, sejak awal dirinya memang tidak memiliki ambisi untuk maju dalam kontestasi politik legislatif maupun eksekutif.

Fokus Tata Kelola NU dan Penguatan Pesantren

Jika nantinya mendapat amanah memimpin PBNU, Gus Yusuf mengatakan akan membawa fokus pada tata kelola organisasi dan penguatan pesantren.

Pengalaman selama berada dalam struktur PKB, menurut dia, dapat menjadi bekal dalam memahami tata kelola sebuah organisasi.

Karena itu, keterlibatannya dalam bursa Ketua Umum PBNU tidak dipandang sebagai upaya untuk kembali ke politik praktis.

“Kalau saya ikut bursa di PBNU, saya juga akan fokus di tata kelola kepengurusan dan pesantren,” demikian garis besar penjelasannya.

Munculnya nama Gus Yusuf memberikan warna tersendiri dalam dinamika menuju Muktamar NU di Tambakberas. Ia memiliki pengalaman di lingkungan pesantren, organisasi dan politik kepartaian, namun menegaskan bahwa jabatan politik elektoral bukan menjadi orientasi utamanya.

Bursa Ketua Umum PBNU Mulai Menghangat

Dengan munculnya sejumlah nama dan mulai bergeraknya dukungan dari berbagai jaringan NU, dinamika menuju Muktamar NU di Tambakberas diperkirakan semakin menarik.

Kontestasi tersebut tidak hanya akan menentukan sosok Ketua Umum PBNU, tetapi juga arah tata kelola organisasi, penguatan pesantren, kaderisasi serta strategi NU menghadapi perubahan zaman.

Kini, Gus Yusuf Chudlori menjadi salah satu nama yang mulai diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar NU di Tambakberas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *