Lima Wajah NU di Lingkar Wantimpres Prabowo

1001162322
Prabowo saat melantik Watimpres di Istana Negara (foto: dok/borobudurchanel)
banner 468x60

JAKARTA, BOROBUDURCHANEL – Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dari susunan tersebut, sejumlah nama memiliki latar belakang kuat dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Mereka adalah Yahya Cholil Staquf, Said Aqil Siroj, Anwar Iskandar, Sinta Nuriyah Wahid, dan Jusuf Hamka.

Namun, kelima nama itu memiliki hubungan dengan NU dalam bentuk dan kadar yang berbeda. Karena itu, penyebutan mereka sebagai “tokoh NU” perlu ditempatkan secara hati-hati, terutama karena tidak berarti mereka secara otomatis mewakili sikap resmi organisasi NU.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ke-26 anggota Wantimpres tersebut diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris.

Dua mantan Ketua Umum PBNU

Dua nama paling jelas memiliki hubungan langsung dengan kepemimpinan NU adalah Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siroj.

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merupakan Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Ia terpilih dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021.

Kini, setelah masa kepemimpinannya di PBNU berakhir, Gus Yahya masuk ke dalam Wantimpres bersama Said Aqil Siroj.

Said Aqil merupakan mantan Ketua Umum PBNU selama dua periode. Keduanya pernah berada di posisi tertinggi organisasi yang sama, meski dalam periode kepemimpinan berbeda.

Masuknya dua mantan ketua umum PBNU ke dalam lembaga penasihat Presiden membuat latar belakang NU menjadi salah satu unsur yang menonjol dalam susunan Wantimpres baru.

Anwar Iskandar

Nama berikutnya adalah KH Anwar Iskandar.

Ia merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dikenal sebagai ulama senior yang memiliki hubungan panjang dengan lingkungan NU.

Dalam daftar resmi Wantimpres, Anwar Iskandar tercatat sebagai anggota, bersama Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siroj.

Posisinya juga menarik karena ia tidak hanya berada dalam lingkungan organisasi keagamaan, tetapi kini masuk ke lembaga yang secara langsung memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Sinta Nuriyah Wahid

Nama lain yang memiliki kedekatan kuat dengan tradisi NU adalah Sinta Nuriyah Wahid.

Istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran 26 Wantimpres.

NU Online mencatat Sinta Nuriyah sebagai anggota Wantimpres dalam susunan yang dilantik Prabowo pada 2 Oktober 2026.

Sinta selama bertahun-tahun dikenal melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan dialog lintas iman. Karena itu, latar belakangnya di lingkar keluarga Gus Dur juga membawa dimensi tersendiri dalam komposisi Wantimpres.

Bagaimana dengan Jusuf Hamka?

Jusuf Hamka juga masuk dalam daftar 26 anggota Wantimpres.

Ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus mualaf yang memiliki kedekatan dengan lingkungan NU. Namun, dibanding Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siroj, posisi Jusuf Hamka dalam struktur NU tentu berbeda.

Karena itu, menyamakan seluruh nama tersebut sebagai “representasi resmi NU” akan terlalu jauh.

Bukan sekadar daftar nama

Ketua Wantimpres Pratikno mengatakan komposisi baru Wantimpres berasal dari berbagai bidang, agama, profesi, dan pengalaman.

Wantimpres sendiri bukan lembaga eksekutif yang menjalankan kementerian atau program pemerintah. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, lembaga ini berada di bawah Presiden dan bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden.

Dengan demikian, keberadaan tokoh-tokoh berlatar NU dalam Wantimpres lebih tepat dibaca sebagai bagian dari keragaman latar belakang orang-orang yang dipilih Prabowo untuk memberikan pertimbangan, bukan sebagai bukti bahwa NU secara kelembagaan mengambil posisi di dalam pemerintahan.

Yang menarik justru berada pada komposisinya.

Dua mantan Ketua Umum PBNU, seorang ulama senior yang kini memimpin MUI, tokoh perempuan dari keluarga Gus Dur, serta figur yang memiliki kedekatan dengan lingkungan NU, kini berada di ruangan yang sama sebagai penasihat Presiden.

Pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar siapa yang duduk di Wantimpres, melainkan pandangan seperti apa yang akan lahir dari keberagaman latar belakang tersebut ketika Presiden membutuhkan nasihat mengenai kebijakan negara.

Pratikno menegaskan, Wantimpres terdiri atas tokoh-tokoh nasional dengan pengalaman dari berbagai bidang. Sementara itu, anggota Wantimpres Hatta Rajasa menyatakan isi nasihat kepada Presiden tidak dapat disampaikan kepada publik karena terdapat ketentuan yang mengaturnya.

Dengan demikian, wajah NU memang terlihat cukup jelas dalam susunan Wantimpres Prabowo. Tetapi bagaimana pengaruh masing-masing tokoh dalam proses pemberian pertimbangan kepada Presiden, masih merupakan sesuatu yang baru dapat dilihat dari perjalanan kerja lembaga tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *