BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG — Kepedulian terhadap korban bencana tidak selalu dimulai dari langkah besar. Di SMK Islam Secang, Kabupaten Magelang, kepedulian itu tumbuh dari aksi sederhana para siswa yang bersama-sama menggalang donasi untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Donasi dari siswa dan civitas akademika SMK Islam Secang tersebut diserahkan melalui LAZISNU MWC Secang pada Kamis (3/9/2026).
Penyerahan berlangsung di Kantor LAZISNU MWC Secang, Jalan Raya Payaman, Kecamatan Secang. Sejumlah siswa dan guru hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Bagi para siswa, kedatangan ke kantor LAZISNU bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan.
Mereka diajak melihat secara langsung bagaimana donasi yang dikumpulkan di sekolah diserahkan kepada lembaga yang nantinya menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Donasi tersebut diterima Ketua LAZISNU MWC Secang Anwari dan Ketua MWC NU Secang KH. Mohammad Fathul Azis.
Donasi Siswa untuk Korban Bencana
KH. Mohammad Fathul Azis menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMK Islam Secang yang telah mempercayakan donasi para siswa kepada LAZISNU MWC Secang.
“Terima kasih kepada SMK Islam Secang atas kepercayaan dan kepeduliannya. Donasi yang diserahkan melalui LAZISNU MWC Secang ini akan segera kami salurkan kepada yang berhak di NTT,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga.
LAZISNU MWC Secang selanjutnya akan menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak menerima di wilayah terdampak bencana di NTT.
Bukan Aksi Sosial yang Pertama
Bagi siswa SMK Islam Secang, kegiatan penggalangan donasi bukan hal baru.
Guru SMK Islam Secang, Rosyid, mengatakan para siswa sebelumnya juga pernah menggalang bantuan untuk korban bencana banjir di wilayah Sumatra pada akhir tahun lalu.
“Iya, ini donasi dari murid atau siswa SMK Islam. Hal seperti ini bukan baru sekali. Waktu bencana banjir di Sumatra akhir tahun kemarin, kita juga menyerahkan hasil donasi ini lewat LAZISNU MWC Secang,” kata Rosyid.
Namun, ada hal berbeda dalam penyerahan donasi kali ini.
Para siswa sengaja diajak datang langsung ke kantor LAZISNU agar mereka mendapatkan pengalaman dari proses tersebut.
“Untuk kali ini penyerahan kita langsung mendatangi Kantor LAZIS MWC NU Secang bersama anak-anak, karena memang ini agenda anak-anak, untuk memberikan pengalaman dan kesan,” tambahnya.
Belajar Peduli dari Dunia Nyata
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sosial bagi para siswa.
Mereka tidak hanya belajar mengumpulkan donasi, tetapi juga memahami bahwa bantuan kepada korban bencana membutuhkan kepedulian, kepercayaan, dan tanggung jawab.
Nilai seperti solidaritas, gotong royong, empati, dan kepedulian terhadap sesama menjadi pelajaran yang hadir di luar ruang kelas.
Semangat tersebut juga sejalan dengan nilai ta’awun, yakni saling membantu dalam kebaikan.
Di sisi lain, kerja sama antara SMK Islam Secang dan LAZISNU MWC Secang memperlihatkan bagaimana lembaga pendidikan dapat bersinergi dengan lembaga sosial untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Dari Secang, bantuan tersebut kemudian bergerak menuju NTT.
Jarak yang jauh tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Bagi mereka, donasi yang dikumpulkan mungkin bermula dari kontribusi kecil. Namun ketika dilakukan bersama-sama, kepedulian tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas.
LAZISNU MWC Secang selanjutnya akan menyalurkan donasi kepada pihak yang berhak menerima di NTT.
Dari sebuah sekolah di Secang, para siswa belajar satu hal penting: membantu sesama bukan hanya tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi juga tentang kemauan untuk peduli.***











