BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Mengenal kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai menjadi bagian dari literasi digital pelajar di Kabupaten Magelang. Sebanyak 530 siswa dari dua sekolah mengikuti pelatihan pemanfaatan AI yang digelar Polresta Magelang, Selasa (22/9/2026).
Program bertajuk Paham AI tersebut dilaksanakan secara bersamaan di SMA Negeri 1 Dukun dan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan.
Tidak hanya diperkenalkan mengenai teknologi AI, para peserta juga diajak mencoba langsung penggunaannya untuk menunjang kegiatan belajar dan mengembangkan kreativitas.
Dua Sekolah Jadi Lokasi Pelatihan
Pelatihan diikuti 240 siswa SMA Negeri 1 Dukun. Sementara itu, 290 siswa SMA Muhammadiyah 1 Muntilan turut mengikuti kegiatan serupa.
Sebanyak 25 personel Trainer Paham AI Polresta Magelang terlibat dalam memberikan materi dan mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian pelatihan dibuat dalam beberapa tahapan. Peserta terlebih dahulu mengikuti pretest untuk mengetahui pemahaman awal sebelum menerima materi mengenai AI.
Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti sesi praktik. Pada bagian ini, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi mencoba memanfaatkan teknologi AI secara langsung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan posttest untuk melihat pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Para siswa yang menyelesaikan rangkaian kegiatan juga mendapatkan sertifikat.
AI Tak Cukup Hanya Bisa Dipakai
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan perkembangan AI membuat generasi muda perlu memiliki kesiapan sejak berada di bangku sekolah.
Menurut Andy, AI berpotensi menjadi bagian dari berbagai bidang kehidupan dan dunia pekerjaan. Karena itu, kemampuan mengenali sekaligus menggunakan teknologi tersebut perlu dibangun sejak dini.
“AI akan menjadi bagian penting dalam berbagai bidang kehidupan dan pekerjaan di masa depan. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman dan keterampilan sejak dini agar mampu memanfaatkan teknologi ini secara cerdas, produktif dan bertanggung jawab,” ujar Andy.
Pesan yang disampaikan dalam pelatihan tidak berhenti pada kemampuan teknis.
Para pelajar juga diarahkan memahami pentingnya etika ketika menggunakan AI, termasuk memperhatikan ketepatan informasi yang diperoleh dan tanggung jawab atas penggunaannya.
Dorong Pelajar Jadi Pengguna yang Kritis
Andy menilai kemampuan menggunakan AI perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir dan mengembangkan diri.
“Kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan diri. Teknologi harus menjadi sarana untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran, tetapi hasil yang diberikan teknologi tetap perlu diperiksa dan dipahami oleh penggunanya.
Bagi pelajar, kemampuan tersebut dapat menjadi bagian dari kecakapan digital yang dibutuhkan ketika teknologi semakin banyak digunakan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Polresta Magelang Perkuat Literasi Digital
Melalui Program Paham AI, Polresta Magelang menempatkan pengenalan kecerdasan buatan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital pelajar.
Pelatihan yang digelar di dua sekolah tersebut sekaligus memperkenalkan penggunaan teknologi dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan memakai perangkat atau aplikasi.
Aspek kecerdasan dalam menggunakan teknologi, produktivitas, kreativitas, etika, serta tanggung jawab turut ditekankan kepada peserta.
Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan dapat menghadapi perkembangan teknologi secara lebih siap. Bukan hanya mengikuti tren AI, tetapi memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat untuk mendukung proses belajar dan pengembangan kemampuan mereka.
Seluruh rangkaian Program Paham AI di SMA Negeri 1 Dukun dan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan berlangsung tertib dan lancar.***











