BOROBUDURCHANEL.COM, MAGELANG – Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Minggu (26/7/2026), untuk mengikuti Kirab Indonesia Tipitaka Chanting Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 menuju Candi Borobudur.
Sejak pagi, arus kedatangan umat terus berdatangan. Mayoritas peserta mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian dalam menjalankan rangkaian ibadah Asalha Mahapuja.
Selain memenuhi halaman Candi Mendut, para umat juga berkumpul di kompleks Vihara Mendut. Di area luar Candi Mendut telah disiapkan empat Kereta Kencana yang akan menjadi bagian dari prosesi kirab menuju Candi Borobudur dengan jarak tempuh sekitar tiga kilometer.
Salah seorang umat Buddha asal Kaloran, Temanggung, Supinto (45) mengaku selalu mengikuti rangkaian Asalha Mahapuja setiap tahun.
“Prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Kalau Waisak kadang-kadang ikut, tapi Asalha Mahapuja selalu ikut,” ujar Supinto.
Ia mengaku merasa bahagia dapat bertemu dengan umat Buddha dari berbagai daerah.
“Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan umat Buddha dari daerah lain.”
Supinto menambahkan, dalam prosesi kirab dirinya membawa bunga sedap malam sebagai bagian dari ritual persembahan.
“Nanti bawa bunga sedap malam. Ini juga sudah dikasih tanda untuk masuk ke Candi Borobudur,” katanya.
Hal senada disampaikan Rutipah (52), umat Buddha asal Keling, Kabupaten Jepara.
“Senang bisa bertemu dengan umat dari berbagai daerah,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Doni Refiyanto (31) asal Krecek, Kaloran, Temanggung, mengatakan dirinya hampir tidak pernah absen mengikuti Asalha Mahapuja.
“Dulu saya pernah menjadi panitia. Setiap Asalha Mahapuja ikut.”
Menurut Doni, momentum Asalha Mahapuja menjadi kesempatan berharga untuk mempererat persaudaraan antarumat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Kalau Waisak tidak mesti ikut, tetapi Asalha Mahapuja saya selalu hadir karena momen kebersamaan bertemu umat Buddha dari berbagai daerah sangat membahagiakan,” tuturnya.
656 Personel Gabungan Amankan Kirab
Untuk menjamin keamanan selama prosesi berlangsung, sebanyak 656 personel gabungan diterjunkan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.
Personel tersebut berasal dari Polresta Magelang, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah, Kodim 0705/Magelang, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Satpol PP Kabupaten Magelang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, Security Candi Borobudur, serta Security Candi Mendut.
Ratusan personel disebar di sejumlah titik strategis mulai dari kawasan Candi Mendut hingga jalur kirab menuju Candi Borobudur guna memastikan ibadah berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pelaksana Harian (Plh) Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal sebagai bentuk komitmen Polri bersama seluruh instansi terkait dalam memberikan rasa aman kepada umat Buddha maupun masyarakat.
“Dengan sinergi seluruh unsur pengamanan, kami berharap seluruh rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 dapat berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, dan kondusif,” ujar Eko.
Ia menambahkan, kepolisian juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sementara masyarakat dan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman selama berada di kawasan Candi Borobudur.
Kirab Asalha Mahapuja sendiri menjadi salah satu agenda keagamaan Buddha berskala nasional yang setiap tahunnya menarik ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain memiliki makna spiritual, kegiatan ini juga menjadi simbol persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. (*)










