BOROBUDURCHANEL.COM — PANDEGLANG – Upaya pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperkuat. Tim SAR Gabungan menyiagakan dua unit drone termal untuk membantu menemukan keberadaan para penumpang maupun perahu dari udara.
Penggunaan drone dengan teknologi pencitraan termal menjadi langkah baru dalam operasi pencarian. Teknologi tersebut dipilih karena kondisi di sekitar lokasi cukup sulit untuk dilakukan penyisiran secara visual.
Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat jarak pandang menjadi terbatas. Kondisi laut yang kurang bersahabat juga sempat menyulitkan pergerakan tim pencari.
Disiapkan di KN SAR Tetuka
Dua unit drone termal ditempatkan di kapal utama KN SAR Tetuka.
Drone akan diterbangkan setelah kapal mencapai titik strategis yang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Dari udara, perangkat tersebut akan digunakan untuk melakukan penyisiran secara lebih luas dan intensif.
Sensor termal pada drone diharapkan membantu petugas mendeteksi sumber panas yang diduga berasal dari tubuh manusia. Selain itu, keberadaan perahu juga akan menjadi objek yang dipantau selama penyisiran.
Cara ini dinilai dapat memberikan informasi tambahan ketika pengamatan dengan mata maupun kamera biasa terkendala kondisi udara.
Abu Vulkanik Jadi Kendala
Pencarian di sekitar perairan Selat Sunda berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah.
Tingginya paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu jarak pandang. Kabut dan abu tipis membuat objek di permukaan laut berpotensi sulit dikenali dari udara.
Kondisi tersebut diperburuk oleh gelombang laut yang kurang bersahabat. Tim SAR harus memperhitungkan situasi perairan ketika melakukan penyisiran agar pencarian tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan personel.
Di tengah keterbatasan tersebut, teknologi pencitraan termal diharapkan mampu membantu menemukan titik yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Sensor Termal Bantu Persempit Area Pencarian
Sensor termal bekerja dengan mendeteksi perbedaan suhu. Dalam operasi SAR, teknologi ini dapat membantu menemukan sumber panas yang sulit terlihat melalui pengamatan visual.
Tim berharap kemampuan tersebut dapat membantu mengidentifikasi keberadaan rombongan jurnalis maupun perahu yang digunakan.
Namun, setiap objek yang terdeteksi tetap perlu dianalisis dan dikonfirmasi oleh tim di lapangan. Hasil pencitraan drone menjadi bagian dari informasi yang akan dipadukan dengan penyisiran melalui laut.
Pemanfaatan drone juga memungkinkan tim memperoleh gambaran wilayah pencarian dari udara tanpa harus mengandalkan pengamatan visual semata.
Operasi Terus Berjalan
Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Dua drone termal yang disiagakan di KN SAR Tetuka menjadi salah satu perangkat pendukung dalam operasi tersebut. Tim berharap teknologi ini dapat membantu mempercepat identifikasi lokasi perahu maupun para penumpang.
Di tengah paparan abu vulkanik, jarak pandang terbatas, dan kondisi gelombang laut, pencarian dilakukan dengan menggabungkan berbagai metode.
Harapannya, upaya dari laut dan udara tersebut dapat segera menemukan keberadaan rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian.***











