Prabowo Pertanyakan Dana Daerah yang Belum Terpakai: ‘Ke Mana Uang Itu?’

Prabowo Soroti Efektivitas Dana Transfer ke Daerah Anggaran Harus Berujung Pembangunan
Prabowo Soroti Efektivitas Dana Transfer ke Daerah, Anggaran Harus Berujung Pembangunan (dok Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM — JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang telah ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Menurut Prabowo, masih terdapat dana yang belum digunakan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat. Sebagian anggaran bahkan disebut masih tersimpan di perbankan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sorotan tersebut disampaikan Prabowo dalam program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026), saat menjelaskan pentingnya memastikan anggaran negara digunakan secara efektif.

“Kadang-kadang aneh, uang oleh pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam,” kata Prabowo.

Ia juga menyebut persoalan hubungan antara kepala daerah dan DPRD dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anggaran yang sudah ditransfer belum digunakan.

“Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer. Gak dipakai,” ujarnya.

Dana Transfer Harus Menghasilkan Pembangunan

Prabowo menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena tujuan utama transfer anggaran ke daerah adalah mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menentukan penggunaan anggaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing wilayah.

Namun, menurut Presiden, kewenangan tersebut harus diikuti dengan pengelolaan anggaran yang efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah pusat juga perlu memastikan dana yang bersumber dari APBN dan ditransfer melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Jembatan Desa Jadi Contoh yang Disoroti

Dalam penjelasannya, Prabowo menyinggung pembangunan infrastruktur dasar di desa.

Presiden mempertanyakan mengapa pembangunan jembatan desa masih belum dilakukan, meski pemerintah telah menyalurkan anggaran ke daerah dan desa selama bertahun-tahun.

“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Satu miliar. Selama 10 tahun terakhir,” kata Prabowo.

Ia kemudian mempertanyakan pembangunan jembatan yang menurutnya membutuhkan biaya sekitar Rp400 juta.

“Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada jumlah anggaran yang disalurkan, tetapi juga hasil yang terlihat setelah anggaran tersebut berada di daerah.

Pemerintah Diminta Fokus pada Hasil

Prabowo kemudian melontarkan pertanyaan mengenai keberadaan anggaran yang belum menghasilkan pembangunan.

“Ke mana uang itu?” kata Presiden.

Ia menegaskan kebijakan anggaran harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, pemerintah pusat perlu memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN maupun yang ditransfer kepada daerah digunakan sesuai tujuan dan menghasilkan pembangunan serta pelayanan publik.

Evaluasi terhadap pemanfaatan TKD menjadi penting agar anggaran tidak berhenti sebagai dana yang tersimpan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, tantangannya adalah memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan anggaran berjalan efektif. Sementara pemerintah pusat perlu terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar transfer fiskal memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *