Magelang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi El Nino, Grengseng Pamuji Pimpin Apel Siaga Kekeringan dan Karhutla 2026

Pemkab Magelang menggelar Apel Siaga Kekeringan dan Karhutla 2026
Pemkab Magelang menggelar Apel Siaga Kekeringan dan Karhutla 2026. (gh/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Antisipasi Kekeringan dan Karhutla 2026 di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Jumat (7/8/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, Perhutani, Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), perangkat daerah, hingga berbagai organisasi relawan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan bersama menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.

El Nino Diperkirakan Perpanjang Musim Kemarau

Dalam amanatnya, Grengseng Pamuji menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi bencana.

“Apel Siaga pada hari ini bukan sekadar agenda seremoni rutin, melainkan wujud kesiapsiagaan, komitmen bersama, serta langkah nyata kita dalam mengantisipasi ancaman bencana musim kemarau,” kata Grengseng.

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dengan intensitas yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Situasi tersebut dinilai dapat memicu berbagai dampak, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, ancaman gagal panen, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan lereng pegunungan dan wilayah yang selama ini masuk kategori rawan kekeringan.

Penanganan Bencana Harus Melibatkan Semua Pihak

Bupati menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita membutuhkan sinergi mutlak dari seluruh elemen pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, media, dan khususnya masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para relawan kebencanaan yang selama ini aktif membantu penanganan berbagai kejadian darurat di Kabupaten Magelang.

Menurut Grengseng, relawan telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana daerah.

“Relawan bukanlah sekadar unsur pembantu. Relawan adalah mitra strategis utama dalam penanggulangan bencana di daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati menginstruksikan seluruh instansi untuk meningkatkan pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan maupun titik-titik panas, memastikan kesiapan logistik dan armada distribusi air bersih, memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjaga koordinasi antarlembaga apabila kondisi darurat terjadi.

BPBD Pastikan Personel dan Peralatan Siap Dikerahkan

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto mengatakan apel siaga menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh unsur memiliki standar kesiapan yang sama.

“Melalui Apel Siaga ini kami ingin memastikan seluruh personel, relawan, perangkat daerah, TNI, Polri, hingga mitra kebencanaan memiliki kesiapan personel, peralatan, dan pola koordinasi yang sama sehingga ketika terjadi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan, respons yang diberikan dapat berlangsung cepat, tepat, dan terintegrasi,” jelas Bambang.

Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar proses penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat tanpa kendala koordinasi di lapangan.

Bupati Tinjau Armada dan Logistik Kebencanaan

Usai pelaksanaan apel, Bupati Magelang bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung kesiapan berbagai sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang telah disiagakan oleh masing-masing instansi.

Berbagai kendaraan operasional, armada distribusi air bersih, peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, perlengkapan pencarian dan pertolongan (rescue), hingga logistik kebencanaan diperiksa satu per satu untuk memastikan seluruhnya berada dalam kondisi siap digunakan.

BPBD Kabupaten Magelang menampilkan kendaraan operasional, sepeda motor trail, pompa air, tenda pengungsian, serta berbagai peralatan penyelamatan. Sementara TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, PMI, Perhutani, hingga organisasi relawan turut memperagakan kesiapan personel dan perlengkapan sesuai fungsi masing-masing.

Melalui apel siaga ini, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap seluruh unsur dapat bergerak lebih cepat, terkoordinasi, dan responsif apabila ancaman kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan benar-benar meningkat selama musim kemarau 2026.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *