Gempa M 7,7 NTT Tewaskan 47 Orang

Menyoroti fakta di balik bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Berikut ini jejak sejarahnya. Instagram.com @humaskorpsbrimob
Menyoroti fakta di balik bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Berikut ini jejak sejarahnya. (Instagram.com_@humaskorpsbrimob
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – FLORES – Duka menyelimuti masyarakat Indonesia di tengah persiapan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81. Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari telah menewaskan puluhan orang.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

Selain korban jiwa, gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 157 rumah warga dan 87 fasilitas pendidikan.

Lima Bandara Terdampak

Dampak gempa juga dirasakan pada sektor transportasi udara. Kementerian Perhubungan mencatat terdapat lima bandar udara yang terdampak.

Kelima bandara tersebut yakni Bandara Komodo-Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, Bandara Frans Sales Lega-Ruteng, dan Bandara Soa-Bajawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan kerusakan antara lain berupa retakan dan kerusakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta sejumlah fasilitas pendukung.

“Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,” kata Lukman dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

Sementara itu, sejumlah unit pelayanan navigasi penerbangan juga terdampak, antara lain Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Di tengah situasi tersebut, dukungan masyarakat terus mengalir melalui aksi donasi maupun doa untuk para korban dan warga yang terdampak.

Jejak Gempa Dahsyat di NTT

Gempa terbaru kembali mengingatkan publik pada sejarah panjang bencana gempa bumi di NTT. Dalam kurun waktu lebih dari lima dekade, sejumlah gempa kuat pernah mengguncang wilayah yang dikenal sebagai Tanah Nusa Cendana tersebut.

Berikut 10 gempa besar yang tercatat pernah terjadi di NTT, dari yang terbaru hingga terlama:

1. Gempa NTT 2026

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Flores dengan pusat gempa di Kabupaten Nagekeo. Hingga Minggu (16/8/2026), BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia.

2. Gempa Nagekeo 2024

Pada 25 Januari 2024, Kabupaten Nagekeo diguncang gempa M 5,6 dengan kedalaman sekitar 11 kilometer. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

3. Gempa Flores 2021

Pada 14 Desember 2021, gempa berkekuatan M 7,5 mengguncang Flores pada kedalaman sekitar 12 kilometer. Peristiwa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian tercatat 0,07 meter.

Sebanyak 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah dilaporkan rusak.

4. Gempa Sumba Barat 2016

Pada 12 Februari 2016, gempa M 6,6 mengguncang Sumba Barat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

5. Gempa Alor 2015

Pada 4 November 2015, wilayah Alor diguncang gempa M 6,2 dengan kedalaman sekitar 89 kilometer. Gempa tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan berat.

6. Gempa Kalabahi 2004

Pada 12 November 2004, Kalabahi, Kabupaten Alor, diguncang gempa M 7,5 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Bencana tersebut menyebabkan 31 orang meninggal dunia, sekitar 400 orang luka-luka, serta sekitar 500 rumah dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

7. Gempa Flores 1992

Salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah NTT terjadi pada 12 Desember 1992. Gempa berkekuatan M 7,5 mengguncang Flores dan disusul tsunami.

Sekitar 2.500 orang dilaporkan meninggal dunia atau hilang. Di wilayah Maumere, sekitar 90 persen bangunan mengalami kehancuran.

8. Gempa Kalabahi 1991

Pada 4 Juli 1991, Kalabahi, Alor, diguncang gempa M 6,2 dengan kedalaman sekitar 29 kilometer.

Tragedi tersebut menyebabkan 23 orang meninggal dunia, 181 orang luka-luka, sekitar 5.400 orang kehilangan tempat tinggal, dan sekitar 1.150 bangunan hancur.

9. Gempa Alor Timur 1989

Pada 15 Juli 1989, gempa M 6,4 mengguncang Alor Timur dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Sejumlah rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan berat.

10. Gempa Kupang 1975

Pada 30 Juli 1975, Kupang diguncang gempa berkekuatan M 6,1 dengan kedalaman sekitar 30 kilometer. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Rentetan sejarah tersebut menunjukkan bahwa NTT merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki aktivitas kegempaan tinggi. Gempa terbaru pada 15 Agustus 2026 kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan mitigasi bencana di wilayah rawan gempa.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *