Bulog Pastikan Stok Beras Aman, Siapkan Pasokan Premium Meski 40 Merek Beras Fortifikasi Terancam Ditarik

Stok Beras di Bulog . foto Istimewa
Stok Beras di Bulog . (foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – JAKARTA – Perum Bulog memastikan stok beras premium tetap aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat meski sekitar 40 merek beras fortifikasi terancam ditarik dari peredaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan di ritel modern apabila penarikan produk benar-benar diberlakukan.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Bulog di berbagai daerah untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern guna memastikan produk beras Bulog tersedia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami sudah perintahkan seluruh jajaran di kota-kota besar mulai pagi sampai malam ini untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel modern guna memastikan produk beras Bulog tersedia,” kata Rizal saat sidak di Grand Lucky Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Bulog Perkuat Pasokan Beras Premium

Rizal menegaskan Bulog telah menyiapkan stok beras premium dalam jumlah cukup, khususnya untuk memenuhi permintaan konsumen di jaringan ritel modern.

Sementara itu, distribusi beras di pasar tradisional maupun melalui jaringan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) masih didominasi beras medium.

“Kami akan dorong semaksimal mungkin agar beras Bulog tersedia di seluruh ritel modern di Indonesia,” ujarnya.

Selain dijual di ritel modern, beras Bulog juga dipasarkan melalui pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), toko pangan, hingga Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Saat ini Bulog memproduksi sekitar 300 ton beras premium setiap hari secara nasional, termasuk sekitar 21 ton per hari untuk wilayah DKI Jakarta.

Persoalan Bukan Harga, Melainkan Kandungan Gizi

Menurut Rizal, persoalan beras fortifikasi yang kini menjadi perhatian pemerintah bukan terkait harga jual, melainkan ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi yang dicantumkan pada kemasan.

Ia menjelaskan pemerintah memang tidak menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras fortifikasi. Namun, hasil uji laboratorium menemukan sejumlah produk tidak memiliki kandungan vitamin dan mineral sesuai klaim pada label.

“Yang jadi masalah adalah kandungan gizinya. Di kemasan diklaim mengandung berbagai vitamin, tetapi setelah diuji laboratorium banyak yang tidak sesuai,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Bulog menemukan dua produk beras premiumnya, yakni Punokawan dan Befood Sentra Ramos, dijual seharga Rp74.500 per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa merek lain seperti Anak Raja yang dijual Rp94.500 dan Topi Koki Rp126.900 per kemasan 5 kilogram.

Rizal menegaskan kehadiran beras premium Bulog merupakan bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Cadangan Beras Capai 5,3 Juta Ton

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Bulog juga berencana mengalihkan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar dan menekan harga.

Saat ini stok beras yang dikuasai Bulog mencapai hampir 5,3 juta ton, dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu yang panjang.

Bapanas Temukan Ketidaksesuaian Kandungan Gizi

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap hasil pengawasan terhadap 15 sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi di Jakarta.

Hasil uji laboratorium menunjukkan sekitar 80 persen sampel memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan.

Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang menyalahgunakan label beras fortifikasi.

“Ada mafia beras, kita berantas. Itu perintah Bapak Presiden Prabowo. Beras fortifikasi dijual mahal, tetapi setelah diperiksa tidak memenuhi syarat. Ini merugikan konsumen dan mendzolimi rakyat,” tegas Amran. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *