BPBD Magelang Tingkatkan Kapasitas 100 Relawan Hadapi Kemarau Panjang dan Ancaman Bencana

BPBD Kabupaten Magelang mengikuti simulasi bongkar pasang tenda pengungsian . foto istimewa
BPBD Kabupaten Magelang mengikuti simulasi bongkar-pasang tenda pengungsian . (foto, istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM MAGELANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang meningkatkan kapasitas 100 relawan penanggulangan bencana untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.

Sebanyak 100 relawan dari berbagai unsur mengikuti Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Relawan Penanggulangan Bencana yang digelar di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten Magelang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi VIII DPR RI.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pelatihan tersebut membekali peserta dengan materi mengenai potensi bencana, mitigasi menghadapi musim kemarau, hingga praktik pemasangan dan pembongkaran tenda pengungsian sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Relawan Jadi Garda Terdepan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menegaskan relawan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.

“Relawan merupakan ujung tombak penanggulangan bencana. Karena itu kapasitasnya harus terus ditingkatkan agar mampu merespons setiap kejadian secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Bambang.

Menurutnya, sinergi antara BPBD, BNPB, DPR RI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci membangun daerah yang tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ia menjelaskan, prediksi BMKG mengenai musim kemarau yang lebih panjang akibat El Nino meningkatkan potensi terjadinya kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Relawan tidak hanya dituntut memiliki semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi teknis dalam mitigasi, koordinasi lapangan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak,” katanya.

Sudah Terjadi 279 Bencana di Magelang

BPBD Kabupaten Magelang mencatat hingga Agustus 2026 telah terjadi 279 kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang.

Peristiwa tersebut didominasi tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran bangunan, banjir, erupsi gunung api, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana di Kabupaten Magelang masih tinggi sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur, termasuk relawan, harus terus diperkuat,” tegas Bambang.

Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antarorganisasi relawan agar penanganan bencana berlangsung lebih cepat, efektif, dan sesuai prosedur.

Komisi VIII DPR RI Dukung Penguatan Relawan

Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, mengapresiasi dedikasi para relawan di Kabupaten Magelang yang selama ini aktif membantu penanganan berbagai bencana.

Menurutnya, relawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana sehingga peningkatan kapasitas harus terus didukung.

“Relawan adalah mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana. Kami akan terus mendukung penguatan kapasitas relawan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sarana yang memadai dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Wibowo.

Ia menambahkan, investasi terbaik dalam penanggulangan bencana bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mengikuti simulasi bongkar-pasang tenda pengungsian untuk mengasah keterampilan lapangan. Simulasi dirancang agar relawan mampu bekerja cepat, tepat, kompak, dan sesuai standar operasional saat menghadapi situasi darurat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *