BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bertransaksi secara digital karena praktis dan cepat. Namun, di balik kemudahan tersebut, pengguna juga perlu mewaspadai berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kode QR.
Pelaku kejahatan siber kini menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korban, mulai dari mengganti stiker QRIS milik pedagang hingga menyebarkan QR palsu yang mengarah pada pencurian data pribadi.
Agar transaksi tetap aman, masyarakat perlu memahami cara menggunakan QRIS dengan benar. Berikut lima tips yang bisa diterapkan.
1. Pastikan Menggunakan QRIS Resmi Milik Merchant
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan kode QR yang dipindai benar-benar merupakan QRIS resmi milik merchant. Hindari memindai QR Code yang dikirim melalui pesan singkat, media sosial, atau berasal dari sumber yang tidak jelas.
Jika merasa ragu, jangan sungkan menanyakan langsung kepada kasir atau pemilik toko.
2. Periksa QRIS Tidak Ditimpa Stiker Lain
Salah satu modus yang sering ditemukan adalah pelaku menempelkan stiker QRIS palsu di atas QRIS asli milik merchant.
Karena itu, periksa kondisi fisik kode QR sebelum melakukan pembayaran. Merchant juga dianjurkan melaminasi atau memasang QRIS di tempat yang aman agar tidak mudah diganti oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
3. Gunakan Aplikasi Pembayaran Resmi
Lakukan transaksi menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang telah mendukung QRIS.
Jangan menggunakan aplikasi kamera biasa untuk memindai QR Code karena transaksi pembayaran tidak diproses melalui aplikasi tersebut.
4. Cek Nama Merchant Sebelum Membayar
Setelah QR dipindai, aplikasi pembayaran akan menampilkan nama merchant tujuan.
Pastikan nama yang muncul sesuai dengan toko atau tempat Anda bertransaksi sebelum menekan tombol konfirmasi pembayaran.
5. Jangan Pernah Memberikan PIN atau OTP
QRIS hanya berfungsi sebagai media pembayaran dan tidak pernah meminta pengguna memasukkan PIN, password, maupun kode OTP melalui QR.
Apabila ada pihak yang meminta informasi tersebut dengan alasan apa pun, dapat dipastikan itu merupakan modus penipuan.
Waspadai Modus Penipuan QRIS
Pelaku kejahatan digital umumnya menggunakan dua modus utama. Pertama, mengganti stiker QRIS milik merchant sehingga dana pembayaran pelanggan masuk ke rekening pelaku.
Kedua, menyebarkan tautan atau gambar QR palsu yang mengatasnamakan lembaga tertentu untuk melakukan phishing atau mencuri data pribadi, termasuk kode OTP korban.
Selalu Teliti Sebelum Membayar
Masyarakat diimbau selalu memastikan QRIS berasal dari merchant resmi, memeriksa nama penerima pembayaran, serta mengecek kembali nominal transaksi sebelum mengonfirmasi pembayaran.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko menjadi korban penipuan digital saat menggunakan QRIS dapat diminimalkan sehingga transaksi tetap aman, nyaman, dan terpercaya.(*)










