Gus Yusuf Chudlori Ajak NU Kembali Perkuat Pesantren, Harapkan Muktamar ke-35 Akhiri Konflik dan Satukan Jam’iyah

Gus Yusuf Dialog Bersama Pengurus PWNU dan PCNU Sulawesi Sselatan. foto istimewa
Gus Yusuf Dialog Bersama Pengurus PWNU dan PCNU Sulawesi Sselatan. (foto_istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – SULAWESI – Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadikan Muktamar ke-35 NU sebagai momentum memperkuat persatuan organisasi sekaligus mengembalikan semangat membangun pondok pesantren sebagai basis utama lahirnya ulama dan kader bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Gus Yusuf saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijadwalkan menggelar Muktamar ke-35 NU pada akhir Agustus 2026 di Jombang. Ia berharap forum permusyawaratan tertinggi NU itu mampu menjadi titik balik bagi penguatan jam’iyah.

“Muktamar NU harus menjadi muktamar yang mampu mengakhiri firqah-firqah, menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan organisasi, mengakhiri konflik, sehingga NU kembali utuh dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Menurut Gus Yusuf, memasuki abad kedua, tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Karena itu, NU harus kembali memperkuat fondasi utamanya, yakni pondok pesantren.

“NU adalah pesantren dan pesantren adalah NU. Tugas kita bersama adalah menghidupkan kembali semangat membangun dan menguatkan pondok-pondok pesantren sebagai pusat lahirnya ulama, kader, dan peradaban,” tegasnya.

Ia menilai perkembangan zaman merupakan keniscayaan yang harus direspons secara bijaksana oleh dunia pesantren. Pesantren perlu terus bertransformasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan identitas dan tradisi keilmuannya.

Menurutnya, pendidikan formal kini telah menjadi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan pesantren. Oleh sebab itu, NU perlu mendorong pengembangan lembaga pendidikan formal di lingkungan pondok pesantren agar para santri memiliki bekal keilmuan yang semakin lengkap.

“Pesantren harus semakin maju dan berkembang. Pendidikan formal merupakan kebutuhan zaman yang harus diikuti oleh pesantren. Dengan demikian, lulusan pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter, akhlak, dan tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren,” katanya.

Gus Yusuf menegaskan bahwa penguatan pesantren bukan hanya menjadi tanggung jawab para kiai, melainkan seluruh warga Nahdlatul Ulama. Sinergi seluruh elemen NU dinilai penting agar pesantren tetap menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan organisasi yang semakin memperkuat peran pesantren sebagai pilar utama NU dalam membangun umat, bangsa, dan peradaban. (sumber, Video Gus Yusuf Chanel diedit Arief)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *