14.267 Warga di 15 Desa Bergantung Bantuan Air Bersih BPBD, Kekeringan Meluas di Cilacap

KEKERINGAN CILACAP
BPBD Cilacap telah menyalurkan 390 ribu liter air bersih untuk 14.267 warga terdampak kekeringan di 15 desa. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi Agustus-September. (gris/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – CILACAP – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hingga pertengahan Juli 2026, kekeringan telah meluas ke 15 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, sehingga ribuan warga kini bergantung pada bantuan air bersih.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 4.071 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.267 jiwa terdampak krisis air bersih akibat menurunnya debit mata air dan sumur warga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bersama sejumlah mitra kemanusiaan terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hingga 16 Juli 2026 pihaknya telah mendistribusikan 74 tangki air bersih dengan total volume mencapai 390 ribu liter.

“Hingga kemarin sudah ada 15 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih di sembilan kecamatan. Sampai saat ini kami sudah mengirim 74 tangki air bersih atau sekitar 390 ribu liter,” ujar Taryo, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, desa-desa yang mengajukan bantuan merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba. Berkurangnya ketersediaan air dari sumber alami membuat masyarakat membutuhkan suplai air bersih melalui distribusi tangki.

Meski belum terdapat desa baru yang mengalami kekeringan untuk pertama kalinya, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.

“Kami mengantisipasi betul dinamika yang ada di masyarakat. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus, bahkan mungkin sampai September,” katanya.

Sebaran Desa Terdampak Kekeringan

Berdasarkan data BPBD, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa di sembilan kecamatan, yakni:

* Kecamatan Nusawungu: Desa Klumprit dan Kedungbenda.
* Kecamatan Jeruklegi: Desa Karangkemiri.
* Kecamatan Gandrungmangu: Desa Cinangsi, Kertajaya, dan Gintungreja.
* Kecamatan Patimuan: Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Sidamukti.
* Kecamatan Kampung Laut: Desa Ujungalang.
* Kecamatan Adipala: Desa Karangbenda.
* Kecamatan Wanareja: Desa Madura.
* Kecamatan Kawunganten: Desa Bojong dan Kubangkangkung.
* Kecamatan Bantarsari: Desa Binangun.

Libatkan APBD, PMI, dan CSR

Dari total 390 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan, sebanyak 233 ribu liter atau setara 50 tangki berasal dari anggaran Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui APBD.

Sementara itu, dukungan juga datang dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial (CSR). PMI Kabupaten Cilacap menyalurkan 105 ribu liter air bersih melalui 21 tangki, sedangkan Siaga Peduli Kabupaten Cilacap menyumbang tiga tangki atau sekitar 24 ribu liter air bersih.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

Waspadai Ancaman Karhutla

Selain menangani dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Cilacap juga meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang umumnya meningkat saat musim kemarau.

Taryo menyebut hingga pertengahan Juli 2026 belum terdapat laporan kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar. Beberapa kejadian yang muncul masih bersifat lokal dan dapat segera ditangani.

“Kalau laporan karhutla yang besar belum ada. Yang ada hanya kebakaran kecil seperti yang sempat terjadi di sekitar TPU Congot. Untuk kebakaran hutan dan lahan sampai saat ini alhamdulillah belum ada laporan,” ujarnya.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Antisipasi juga disiapkan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak kekeringan maupun meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau.

Dengan prediksi musim kemarau yang masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, kebutuhan bantuan air bersih diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *