Debit Air Magelang Turun 20 Persen, Warga Diminta Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Debit Air Magelang Perumda Tirta Gemilang Kemarau Magelang Krisis Air Tegalrejo Kabupaten Magelang
Debit Air Magelang, Perumda Tirta Gemilang, Kemarau Magelang, Krisis Air, Tegalrejo, Kabupaten Magelang (NS/BorobudurChanel)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG — Kemarau mulai menunjukkan dampaknya terhadap pasokan air di Kabupaten Magelang. Debit sejumlah sumber air milik Perumda Tirta Gemilang tercatat turun hingga 20 persen, sementara pemakaian pelanggan justru mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut terjadi pada 21 mata air dan satu sumur dalam yang menjadi sumber pasokan Perumda Tirta Gemilang di Kecamatan Tegalrejo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Subbag Umum dan Pengolahan Data Elektronik Perumda Tirta Gemilang, Eko Prasetyo, mengatakan penurunan muka air mulai terasa sejak Agustus 2026.

Situasi ini menjadi perhatian karena kebutuhan masyarakat justru meningkat ketika ketersediaan air mulai menyusut.

Debit Turun, Pemakaian Naik

Eko mencatat penggunaan air pelanggan meningkat sekitar 5-10 persen dibandingkan kondisi normal.

Kenaikan pemakaian terutama terjadi saat musim kemarau karena kebutuhan air masyarakat bertambah.

“Di musim kemarau, memang kebutuhan air malah meningkat dibandingkan musim penghujan. Misalnya, pelanggan jadi meningkat untuk siram-siram tumbuhan,” ujar Eko.

Puncak pemakaian tercatat pada pagi hari sekitar pukul 05.00-08.00 WIB dan sore hingga malam pada pukul 16.00-19.00 WIB.

Meski terjadi penurunan debit, hingga saat ini aliran air kepada pelanggan belum sampai terhenti.

Namun, tekanan air berpotensi mengalami penurunan.

“Hanya, debit airnya mengecil,” kata Eko.

Diprediksi Terus Menurun hingga November

Perumda Tirta Gemilang kini meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan kemarau yang berlangsung lebih panjang.

Pasalnya, apabila kondisi kering terus bertahan, debit sumber air diperkirakan kembali mengalami penurunan.

“Kami memprediksi terus menurun sampai November,” ungkap Eko.

Kondisi tersebut membuat penghematan air menjadi semakin penting. Masyarakat diminta tidak menggunakan air secara berlebihan agar pasokan dapat dipertahankan selama periode kemarau.

Tiga Tangki Air Disiapkan

Untuk mengantisipasi pelanggan yang mengalami kesulitan memperoleh air, Perumda Tirta Gemilang telah menyiapkan tiga tangki air bersih.

Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter.

Pelanggan yang mengalami kesulitan air dapat menghubungi Perumda Tirta Gemilang untuk mendapatkan bantuan.

“Bantuan ini gratis. Tapi, untuk satu tangki diperuntukkan ke beberapa pelanggan,” jelas Eko.

Selain menyiapkan bantuan air, petugas juga melakukan pengecekan jaringan secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pipa yang dapat memperparah berkurangnya pasokan air kepada pelanggan.

Warga Diminta Mulai Hemat Air

Di tengah kondisi sumber air yang mengalami penurunan debit, masyarakat diminta mulai mengatur kembali penggunaan air sehari-hari.

Warga disarankan menyiapkan tandon atau wadah penampungan sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu tekanan air melemah.

Penggunaan air untuk mandi, mencuci, menyiram tanaman maupun mencuci kendaraan juga diimbau dilakukan sesuai kebutuhan.

Kondisi saat ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan air dan ketersediaan sumber air dapat bergerak berlawanan selama musim kemarau.

Ketika debit sumber air turun hingga 20 persen, sementara konsumsi pelanggan meningkat 5-10 persen, efisiensi penggunaan air menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

Dengan prediksi debit masih berpotensi menurun hingga November, kewaspadaan tidak hanya menjadi tugas pengelola air.

Masyarakat juga memiliki peran untuk memastikan air tetap tersedia dan tidak terbuang percuma sampai musim hujan kembali.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *