BOROBUDURCHANEL.COM – NTT — Pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascagempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 32 dari 33 titik longsoran tebing yang menutup badan jalan telah ditangani sementara.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan penanganan dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka sekaligus memperlancar distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
“Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa bumi NTT. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, prioritas utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan,” ujar AHY melalui akun Instagram resminya, dikutip Rabu (19/8/2026).
9 Ruas Jalan Nasional Dipulihkan
AHY menjelaskan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengerahkan personel serta alat berat untuk menangani kerusakan jalan.
Sedikitnya sembilan ruas jalan nasional yang sempat tertutup material longsor telah dipulihkan. Dari 33 titik longsoran tebing, 32 titik di antaranya telah ditangani sementara sehingga jaringan jalan kembali dapat digunakan.
Selain longsor, pemerintah juga menangani empat titik patahan badan jalan serta kerusakan sejumlah jembatan dan plat duiker.
Infrastruktur tersebut telah ditangani sehingga kembali dapat dilalui kendaraan dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan.
Tiga Bendungan Diperiksa
Pemulihan infrastruktur sumber daya air juga menjadi perhatian pemerintah pascagempa.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat terdampak maupun warga yang berada di sekitar lokasi pengungsian.
“Pemeriksaan awal menunjukkan Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay dalam kondisi baik,” kata AHY.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan dasar tetap berjalan setelah gempa.
Gempa NTT Tewaskan 68 Orang
Gempa M 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur sekaligus menimbulkan korban jiwa di sejumlah kabupaten.
Data BNPB hingga Senin (17/8) mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 26 orang.
“Data korban ini masih terus kami pantau dan akan kami laporkan ketika ada perkembangan maupun jumlah korban yang ditemukan,” ujar Berton.
Rinciannya, korban meninggal tercatat di Manggarai 26 orang, Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo 8 orang, Sikka 4 orang, serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing 2 orang.
Pemerintah masih melanjutkan penanganan dampak gempa, termasuk pemulihan infrastruktur, pembukaan akses transportasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak. (*)










