Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko membuka MPLS Sekolah Rakyat Kulon Progo, Kisah Anak Yatim Piatu Jadi Simbol Hadirnya Negara

Wakil Bupati Kulon progo Ambar Purwoko membuka MPLS Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Kulon Progo. foto istimewa
Wakil Bupati Kulon progo Ambar Purwoko membuka MPLS Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Kulon Progo. (foto_istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – KULONPROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sentra Terpadu (SR-ST) Kulon Progo, Jumat (31/7/2026). Momentum ini menjadi awal perjalanan angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kulon Progo sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Acara pembukaan dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah DIY, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kulon Progo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutannya, Ambar Purwoko menyampaikan kisah yang menyentuh hati tentang seorang anak yatim piatu yang nyaris gagal menjadi siswa Sekolah Rakyat karena proses pendaftaran telah ditutup.

Menurutnya, anak tersebut datang bersama Dinas Sosial dengan harapan masih bisa diterima. Melihat kondisi tersebut, Ambar langsung menghubungi Wakil Menteri Sosial RI untuk meminta kebijakan khusus.

“Saya sampaikan kepada Pak Wakil Menteri Sosial bahwa anak ini tidak punya siapa-siapa. Mohon dibantu. Alhamdulillah beliau menjawab, kalau memang anak itu masih membutuhkan pendidikan, silakan diprioritaskan. Kalau tidak memiliki orang tua, di situlah pemerintah harus hadir,” ujar Ambar.

Jawaban tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah tidak sekadar menjalankan program, tetapi benar-benar hadir memberikan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan negara.

“Inilah manfaat nyata Sekolah Rakyat. Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah agar tetap memperoleh pendidikan yang layak,” katanya.

Pendidikan Gratis Berasrama

Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Kulon Progo merupakan sekolah berasrama (boarding school) yang diselenggarakan Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari Program Sekolah Rakyat.

Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, seragam, perlengkapan sekolah, tempat tinggal di asrama, konsumsi, layanan kesehatan hingga pembinaan karakter.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SR-ST Kulon Progo membuka jenjang SMA dengan sekitar 100 siswa angkatan pertama yang berasal dari berbagai kapanewon di Kabupaten Kulon Progo setelah melalui proses seleksi dan verifikasi Dinas Sosial.

Selain pembelajaran akademik, siswa juga mendapatkan pendidikan karakter, penguatan disiplin, keterampilan hidup (life skill), literasi digital, hingga pendampingan psikososial guna membentuk generasi yang mandiri dan siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Putus Mata Rantai Kemiskinan

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Kisah anak yatim piatu yang akhirnya diterima menjadi peserta didik menjadi gambaran bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Arief)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *