Untidar dan NU Magelang Dorong Digitalisasi Lahan Wakaf untuk Pertanian Produktif

1001138368
Keterangan foto: peserta Digitalisasi Tata Kelola Lahan Wakaf dan Pertanian NU Magelang Melalui Pemetaan Spasial Berbasis QGIS untuk Akselerasi Produksi. (foto: nur/borobudurchanel)
banner 468x60
BOROBUDURCHANEL – Untidar dan NU Magelang Dorong Digitalisasi Lahan Wakaf untuk Pertanian Produktif

MAGELANGRAYA — Universitas Tidar (Untidar) Magelang mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat tata kelola aset wakaf dan pengembangan pertanian di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Magelang.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Digitalisasi Tata Kelola Lahan Wakaf dan Pertanian NU Magelang Melalui Pemetaan Spasial Berbasis QGIS untuk Akselerasi Produksi.”

Kegiatan yang digelar Sabtu (26/9/2026) di Kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magelang itu dipimpin Muhamad Maksum Hidayat, M.Kom., selaku ketua tim PKM Dosen Untidar.

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan sejumlah lembaga dan badan otonom NU Kabupaten Magelang. Di antaranya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), LAZISNU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Pemetaan Lahan Wakaf Berbasis QGIS

Dalam kegiatan tersebut, tim Untidar memperkenalkan sistem digital berupa aplikasi berbasis web yang dipadukan dengan pemetaan spasial menggunakan QGIS (Quantum Geographic Information System).

Sistem tersebut dirancang untuk membantu melakukan inventarisasi dan pemetaan aset lahan wakaf di Kabupaten Magelang.

Data lokasi lahan yang selama ini tersebar dan membutuhkan pendataan secara lebih sistematis diharapkan dapat dihimpun dalam satu sistem. Dengan demikian, potensi lahan dapat diketahui secara lebih jelas untuk kemudian dipertimbangkan pemanfaatannya.

Aplikasi yang dikembangkan dalam program tersebut dapat diakses melalui lppnumagelang.org.

Pengembangan sistem tidak hanya berfokus pada pendataan aset. Tim juga mengintegrasikan data lahan dengan database kader petani NU yang sebelumnya telah mengikuti berbagai pelatihan LPPNU Kabupaten Magelang.

Integrasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan potensi lahan dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.

Lahan Wakaf Didorong Lebih Produktif

Wakil Ketua LPPNU Kabupaten Magelang, Fatchurohman, menyambut positif penerapan teknologi digital tersebut.

Menurutnya, sistem yang dikembangkan Untidar dapat membantu LPPNU dalam menjalankan program kerja, terutama berkaitan dengan pendataan dan pengelolaan lahan wakaf.

«“Kehadiran teknologi digital ini sangat mempermudah realisasi program kerja LPPNU Kabupaten Magelang, dalam pencatatan lahan wakaf dan lainnya. Kami merasa sangat terbantu,” kata Fatchurohman.»

Ia menilai keberadaan data yang lebih terstruktur akan memudahkan organisasi dalam melihat potensi aset yang dimiliki.

Pendataan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya mendorong agar lahan wakaf tidak hanya tercatat sebagai aset, tetapi dapat dikembangkan sesuai potensi dan ketentuan pengelolaannya.

Kolaborasi Kampus dan Organisasi Masyarakat

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan di lapangan.

Untidar memiliki kapasitas akademik dan teknologi, sementara NU memiliki jaringan kelembagaan serta basis masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Kolaborasi keduanya diharapkan dapat menghasilkan sistem yang tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus dikembangkan menjadi basis data yang dapat digunakan dalam perencanaan program pertanian dan pengelolaan aset keumatan.

Pemetaan spasial juga memungkinkan informasi mengenai aset lahan dikembangkan secara lebih komprehensif, sehingga pengurus memiliki data pendukung ketika menentukan arah pemanfaatan lahan.

Menuju Pengelolaan Aset Berbasis Data

Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan dalam pengelolaan aset organisasi di tengah semakin kompleksnya kebutuhan pendataan dan perencanaan.

Melalui sistem berbasis web dan QGIS, NU Kabupaten Magelang kini memiliki salah satu instrumen untuk mulai membangun tata kelola data aset lahan secara lebih sistematis.

Ke depan, data tersebut masih dapat dikembangkan dengan memperbarui informasi lahan, kondisi aset, potensi komoditas, serta data kader petani yang dapat terlibat dalam pengelolaan pertanian.

Sinergi Untidar dan LPPNU Kabupaten Magelang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan lahan wakaf berbasis data sekaligus memperkuat ekosistem pertanian NU.

Dengan pemetaan yang lebih terukur, aset lahan dapat diidentifikasi potensinya dan direncanakan pemanfaatannya secara lebih tepat, sehingga manfaatnya diharapkan dapat kembali kepada masyarakat secara berkelanjutan. (nur)
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *