BOROBUDURCHANEL.COM – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri malam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Kehadiran Presiden menjadi puncak rangkaian perayaan Harlah PKB yang tahun ini mengusung tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”.
Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam disambut langsung oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Turut mendampingi Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hadir mengenakan batik.
Malam puncak Harlah PKB juga dihadiri para pimpinan partai politik nasional. Di antaranya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, serta perwakilan dari PKS dan PDI Perjuangan.
Tema Ekonomi Konstitusi Jadi Sorotan
Mengusung tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”, Harlah PKB menjadi forum untuk mempertegas komitmen mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Sebelum malam puncak, DPP PKB telah menggelar sejumlah agenda nasional, antara lain pelantikan serentak pengurus DPC PKB se-Indonesia, Ijtima’ Ulama Indonesia, hingga berbagai forum diskusi kebangsaan.
Prabowo Terharu dengan Sambutan Kader PKB
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengaku terharu melihat antusiasme kader PKB yang mengenakan kaus bertuliskan “Prabowonomics”.
Ia bahkan berseloroh hampir menitikkan air mata karena merasa mendapatkan penghargaan luar biasa dari keluarga besar PKB.
“Saya hampir menangis. Kader Gerindra saja belum pernah membuat kaus seperti ini,” ucap Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan ribuan kader.
Namun demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin konsep ekonomi yang dijalankan pemerintah disebut sebagai “Prabowonomics”.
Menurutnya, arah kebijakan ekonomi yang diterapkan saat ini merupakan pelaksanaan murni amanat para pendiri bangsa yang tertuang dalam konstitusi, terutama Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Tegaskan Ekonomi Pancasila
Presiden menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia menilai ekonomi Pancasila bukan konsep yang rumit, melainkan komitmen agar sumber daya nasional tidak terus mengalir keluar negeri tanpa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.
“Ekonomi itu sederhana. Kekayaan bangsa harus dipakai untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Guyonan Politik Warnai Pidato
Pidato Presiden juga diwarnai sejumlah guyonan yang mencairkan suasana. Salah satunya ketika ia menyebut ada tiga tokoh politik yang diibaratkan sebagai “kancil”, karena dinilai cerdik dan piawai dalam berpolitik.
Ketiga tokoh tersebut adalah Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia.
Prabowo juga menggoda Bahlil dengan plesetan singkatan MBG menjadi “Mas Bahlil Ganteng”, yang langsung disambut gelak tawa para tamu undangan.
Kenang Gus Dur
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia memuji tradisi politik PKB yang tetap menjaga komunikasi dan persahabatan lintas partai.
Prabowo bahkan berseloroh bahwa Gus Dur mungkin sedang menyaksikan kebersamaan para tokoh bangsa malam itu sambil tersenyum.
Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Di akhir pidatonya, Presiden kembali menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak berpihak kepada blok kekuatan mana pun.
Meski demikian, ia menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai amanat konstitusi dan bagian dari komitmen terhadap perdamaian dunia.
Menurut Prabowo, Indonesia akan terus menjadi negara yang menghormati semua bangsa, menjaga hubungan baik dengan seluruh negara, namun tetap teguh membela nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan internasional.
Perayaan Harlah ke-28 PKB pun berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Selain menjadi ajang konsolidasi internal partai, kegiatan tersebut juga memperlihatkan soliditas hubungan antara PKB dengan pemerintah serta para pimpinan partai politik dalam mendukung pembangunan nasional. (arief)










