BOROBUDURCHANEL- MAGELANG – Polres Magelang Kota mengamankan delapan pelajar yang diduga terlibat dalam aksi konvoi sambil membawa senjata tajam (sajam) sebagaimana terekam dalam video yang viral di media sosial. Penanganan kasus ini mengedepankan pembinaan dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah karena seluruh pelajar masih berstatus di bawah umur.
Kasus tersebut berawal dari beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah pelajar berboncengan sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam di kawasan Kupatan, Kecamatan Magelang Utara, pada Kamis (23/7/2026).
Menindaklanjuti video tersebut, personel Satreskrim bersama Satres PPA/PPO Polres Magelang Kota mendatangi salah satu sekolah di Kota Magelang pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap para siswa yang diduga terlibat.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan delapan pelajar yang diduga berada dalam video viral tersebut. Seluruh pelajar kemudian dipanggil bersama orang tua atau wali serta pihak sekolah untuk mendapatkan pembinaan.
Kasat PPA/PPO Polres Magelang Kota, AKP Riana Adhyaksari, mengatakan pendekatan yang dilakukan kepolisian lebih mengedepankan pembinaan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya.
“Delapan anak yang diduga terlibat telah kami lakukan pembinaan bersama orang tua, wali, dan guru. Mereka diberikan pemahaman agar tidak lagi melakukan aksi tawuran maupun tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar AKP Riana, Sabtu (25/7/2026).
Dipicu Saling Tantang di Media Sosial
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi yang mengarah pada dugaan tawuran tersebut dipicu saling tantang antar kelompok pelajar melalui media sosial.
Salah satu kelompok diketahui mengunggah video berisi tantangan kepada pelajar dari sekolah lain. Unggahan tersebut kemudian mendapat respons hingga memicu kedua kelompok berusaha bertemu untuk menunjukkan kekuatan.
“Motif sementara yang kami temukan adanya pelajar dari salah satu sekolah menantang sekolah lain melalui media sosial dengan mengunggah sebuah rekaman video. Sekolah yang merasa tertantang kemudian berupaya mencari kelompok pelajar tersebut,” jelas AKP Riana.
Polisi Masih Selidiki Dugaan Sajam
Polres Magelang Kota juga masih mendalami dugaan adanya senjata tajam yang terlihat dalam video viral tersebut.
Menurut AKP Riana, satu pelajar yang diduga membawa senjata tajam sekaligus merekam video hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih belum berhasil dihubungi.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penelusuran video yang beredar di media sosial. Polisi kemudian mencocokkan nomor polisi kendaraan yang digunakan para pelajar dan melakukan klarifikasi kepada pemilik kendaraan. Hasilnya, kendaraan tersebut dipastikan digunakan saat peristiwa berlangsung.
Polisi Libatkan Sekolah dan Orang Tua
Selain melakukan penyelidikan, Polres Magelang Kota telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap siswa.
Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak, termasuk aktivitas mereka di media sosial. Menurut polisi, provokasi dan saling tantang di dunia maya dapat berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum serta membahayakan keselamatan.
Polres Magelang Kota menegaskan penyelidikan akan terus dilakukan, termasuk menelusuri keberadaan pelajar yang diduga membawa senjata tajam guna mengungkap seluruh fakta secara menyeluruh. Di sisi lain, pendekatan pembinaan tetap menjadi prioritas untuk melindungi masa depan para pelajar sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Magelang. (*)










