Kisah Sukses H. Haryanto, Pernah Jualan Es Krim, Kini Punya Ratusan Bus

Kisah H. Haryanto pemilik PO Haryanto. Foto Istimewa
Kisah H. Haryanto, pemilik PO Haryanto. (Foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – KUDUS — Kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Kisah H. Haryanto, pemilik PO Haryanto, menjadi salah satu gambaran bagaimana perjuangan dari bawah dapat mengantarkan seseorang membangun bisnis transportasi dengan ratusan armada.

Haryanto merupakan pengusaha asal Kudus, Jawa Tengah, sekaligus purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Kopral Kepala.

Jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha transportasi, Haryanto menjalani kehidupan sederhana. Saat masih kecil, ia bahkan pernah berjualan es krim keliling untuk mendapatkan penghasilan.

Berawal dari Penghasilan Terbatas

Ketika masih menjadi anggota TNI, penghasilan Haryanto juga terbilang terbatas. Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.

Ia memilih mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan. Salah satunya dengan membuka agen tiket bus.

Penghasilan dari usaha tersebut kemudian disisihkan dan ditabung. Haryanto mengaku tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh semangat meski penghasilan sebagai tentara saat itu tidak besar.

“Gaji tentara saat itu berapa, saya gajiannya Rp18 ribu. Tapi tetap semangat, tidak lelah. Kita sambi bekerja (sambilan),” kata Haryanto mengenang masa mudanya.

Tabungan yang dikumpulkan kemudian digunakan sebagai modal membeli kendaraan angkutan. Karena dana yang dimiliki belum mencukupi, ia harus meminjam uang untuk membeli mobil.

Usaha Angkot Berkembang

Usaha angkutan tersebut perlahan berkembang. Dari bisnis angkot, Haryanto mulai memperbesar usahanya di sektor transportasi.

Pada 2002, ia kemudian mendirikan PO Haryanto. Saat pertama berdiri, perusahaan tersebut hanya memiliki enam unit bus.

Seiring berjalannya waktu, bisnis terus berkembang. Jaringan trayek diperluas dan sejumlah rute antarkota antarprovinsi mulai dilayani.

Di antaranya rute Jakarta-Pamekasan-Sumenep pulang-pergi serta Jakarta-Solo-Ponorogo.

Data pada 2021 mencatat PO Haryanto telah memiliki hampir 300 armada bus AKAP. Armada tersebut di antaranya menggunakan mesin Mercedes-Benz dan Hino dengan bodi produksi karoseri Adi Putro.

Tekankan Kedisiplinan dan Ibadah

Di balik perkembangan bisnisnya, Haryanto juga dikenal menekankan kedisiplinan kepada para pekerjanya.

Ia mewajibkan kru bus untuk menjalankan salat lima waktu. Bagi Haryanto, kesuksesan tidak hanya diukur dari besarnya usaha maupun keuntungan yang diperoleh.

Baginya, keberhasilan juga berkaitan dengan bagaimana seseorang tetap menjalankan kewajiban dan memegang prinsip hidup.

Perjalanan Haryanto menjadi gambaran panjang sebuah perjuangan. Dari berjualan es krim keliling, menjadi prajurit TNI dengan penghasilan terbatas, merintis agen tiket dan usaha angkot, hingga membangun perusahaan otobus dengan ratusan armada.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil peluang, dan konsistensi dalam memegang prinsip menjadi bagian dari perjalanan Haryanto hingga mencapai kesuksesan. (Gk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *