BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI, Vita Ervina, angkat bicara terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026).
Vita menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan meminta pemerintah bergerak cepat menangani para korban sekaligus mengusut penyebab pasti kejadian agar tidak terulang di kemudian hari.
Enam Siswa Dirawat Akibat Dugaan Keracunan
Peristiwa dugaan keracunan mulai diketahui sekitar pukul 13.00 WIB, beberapa jam setelah para siswa menyantap menu MBG berupa nasi kuning yang dipasok dari SPPG Tempak.
Hingga pukul 14.30 WIB, sedikitnya enam siswa telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan karena mengalami keluhan seperti sakit perut, mual, hingga panas dingin.
Dua siswa menjalani perawatan di Puskesmas Candimulyo, yakni Bagas asal Dusun Sajen dan Reza asal Dusun Semen. Sementara empat siswa lainnya dirujuk ke RSUD Merah Putih, yaitu Nouval asal Dusun Worawari, Rafa asal Dusun Bateh, Pujangga asal Dusun Salam, dan Ahmad Zainuri asal Dusun Nglampu.
Polresta Magelang bersama Dinas Kesehatan saat ini masih melakukan penyelidikan. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas
Menanggapi kejadian tersebut, Vita Ervina menegaskan keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Ia meminta seluruh biaya pengobatan dan penanganan medis para siswa menjadi tanggung jawab pemerintah sehingga tidak membebani keluarga korban.
Selain itu, Vita mendesak Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta pemerintah daerah segera melakukan investigasi secara menyeluruh.
“Harus segera dilakukan investigasi, pemeriksaan harus mencakup kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi,” tegas Vita Ervina.
Minta Sanksi Tegas Jika Ada Kelalaian
Vita menegaskan, apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian ataupun pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun prosedur operasional, maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi tegas.
Menurutnya, program yang menyangkut konsumsi anak-anak tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan.
“Kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Program yang menyangkut konsumsi anak-anak tidak boleh memberi ruang sedikit pun terhadap kompromi dalam aspek keamanan pangan,” ujarnya.
Komisi IX DPR RI Akan Kawal Evaluasi
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Vita Ervina memastikan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanganan kasus tersebut.
Ia akan mendorong Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, BPOM, serta seluruh instansi terkait memberikan penjelasan secara komprehensif kepada publik dan segera melakukan langkah-langkah perbaikan.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di daerah lain dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan.










