
BOROBUDURCHANEL.COM | BOROBUDUR – Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pramudyawardani, Desa Borobudur, Sabtu (25/7/2026) malam untuk menyaksikan Kirab Budaya yang menjadi puncak rangkaian Saparan Desa Borobudur 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari dengan memenuhi area start hingga lokasi akhir kirab di panggung Utama disebelah barat Kantor Polisi Pariwisata (Polpar) Candi Borobudur.
Suasana semakin semarak ketika satu per satu kontingen budaya mulai memasuki jalur kirab. Warga yang datang dari berbagai dusun di Desa Borobudur maupun wilayah sekitar rela berdiri di sepanjang rute untuk menyaksikan kirab gunungan hasil bumi, pasukan adat, prajurit tradisional, kelompok seni, tari-tarian tradisional, musik tradisional, hingga berbagai kontingen budaya yang menggambarkan identitas setiap dusun di Desa Borobudur.yang membawa kekayaan budaya lokal.

Sebanyak 21 kampung ikut ambil bagian dalam Kirab Budaya dengan menampilkan potensi seni dan tradisi khas masing-masing. Atraksi masing masing peserta Kirab ditampilkan selama 10 menit di Lokasi Panggung utama Sebelah barat Kantor Polisi Pariwisata Candi Borobudur, Pementasan ini menampilkan masing masing Potensi dusun yang dimiliki oleh peserta Kirab.
Kepala Desa Borobudur, Anwar Ujang Maryadi Lukman, SE, pada Acara Pembukaan Kirab Budaya mengatakan, Kirab Budaya menjadi agenda utama Saparan Desa Borobudur karena tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga.
“Kirab Budaya Saparan Desa Borobudur pada malam puncak diikuti 21 kampung dengan potensi masing-masing. Tujuannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan warga Desa Borobudur. Setelah kirab budaya juga akan dilaksanakan pementasan wayang kulit di depan Kantor Polpar Candi Borobudur,” ujar Anwar Ujang Maryadi Lukman.
Mengusung semangat “Nguri-uri Budaya, Guyub Rukun” dan tema “Melestarikan Budaya, Menjaga Warisan Leluhur”, Saparan Desa Borobudur kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat identitas Desa Borobudur sebagai desa wisata budaya di kawasan Candi Borobudur.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan kirab, kemeriahan malam puncak Saparan Desa Borobudur 2026 dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit di depan Kantor Polpar Candi Borobudur. Ribuan warga tetap bertahan hingga larut malam untuk menikmati pertunjukan seni tradisional yang menjadi penutup rangkaian Saparan tahun ini.
Saparan Desa Borobudur bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi telah menjadi agenda budaya yang mempererat persatuan masyarakat, melestarikan warisan leluhur, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi budaya bertaraf internasional. (arief)









