BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Dukungan terhadap pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen tidak serta-merta membuat masyarakat Kecamatan Ngluwar menerima dampak kerusakan jalan yang ditimbulkan aktivitas proyek.
Puluhan warga menyampaikan keberatan tersebut dalam audiensi bersama pihak pelaksana proyek di Aula Kantor Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/10/2026).
Pertemuan itu dihadiri perwakilan Pembangunan Perumahan (PP), vendor, Camat Ngluwar, Kapolsek, Danramil, serta masyarakat setempat.
Dalam audiensi tersebut, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan jalan tol yang merupakan proyek nasional. Persoalan yang dipermasalahkan adalah kondisi jalan Semen-Ngluwar yang dinilai semakin rusak akibat aktivitas pekerjaan proyek.
Warga Khawatir Jalan Rusak Picu Kecelakaan
Perwakilan masyarakat Ngluwar, Ndoko, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah mengganggu aktivitas warga.
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak juga membuat sejumlah pengguna kendaraan mengalami kecelakaan saat melintas.
“Kami semua mendukung proyek nasional ini. Namun kita meminta perbaikan jalan yang rusak parah ini agar ke depan tidak terjadi lagi kecelakaan,” tegas Ndoko.
Warga berharap kerusakan jalan tidak dibiarkan semakin parah karena jalur tersebut tetap digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain persoalan kondisi jalan, warga juga menyoroti perilaku sejumlah pengemudi truk trailer yang mengangkut material proyek.
Ndoko meminta para pengemudi lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain ketika melintas di wilayah Ngluwar.
“Kami meminta etika para sopir yang mengangkut material. Jangan hanya mementingkan keselamatannya sendiri, namun juga wajib mementingkan keselamatan pengguna jalan yang lain,” lanjutnya.
Pelaksana Siapkan Uji Coba Perbaikan
Menanggapi keluhan warga, Murtono selaku PIC pekerjaan jalan Semen-Ngluwar dari pihak PP menjelaskan rencana penanganan jalan.
Ia menyampaikan bahwa pihak pelaksana berencana melakukan uji coba pekerjaan jalan pada Senin mendatang. Uji coba tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari hingga hasil pekerjaan mengering.
Apabila hasil uji coba dinilai tidak mengalami kerusakan, pekerjaan perbaikan akan dilanjutkan secara penuh.
Namun, rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan warga.
Masyarakat justru meminta agar pekerjaan proyek dihentikan sementara dan perhatian terlebih dahulu diarahkan pada perbaikan jalan yang rusak.
“Kami meminta pekerjaan dihentikan dulu, fokus perbaikan jalan,” tegas Ndoko.
Sikap tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan warga dalam audiensi. Mereka menginginkan adanya penyelesaian terhadap kondisi jalan sebelum aktivitas proyek kembali berjalan seperti biasa.
Vendor Minta Maaf soal Perilaku Sopir
Selain pihak PP, vendor yang hadir dalam audiensi turut menanggapi keluhan masyarakat mengenai perilaku pengemudi kendaraan pengangkut material.
Perwakilan vendor menyampaikan permintaan maaf atas perilaku sejumlah sopir yang dinilai warga tidak sesuai etika ketika berada di jalan.
Ia mengatakan pihak perusahaan telah memberikan teguran kepada pengemudi yang dianggap melanggar aturan. Sanksi juga disebut telah diberikan kepada sopir yang bekerja tidak sesuai ketentuan.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi warga dan pelaksana proyek untuk menyampaikan persoalan masing-masing secara langsung.
Bagi masyarakat Ngluwar, pembangunan jalan tol tetap mendapat dukungan. Namun dukungan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan dan kondisi infrastruktur yang digunakan warga sehari-hari.
Warga kini menunggu tindak lanjut dari pihak pelaksana, terutama terkait perbaikan Jalan Semen-Ngluwar dan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material proyek.***











