P3M dan WALHI Menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Di Pondok Pesantren Miftahul Khaer Tangerang

P3M dan WALHI menggelar pelatihan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Miftahul Khaer Tangerang. Foto Istimewa
P3M dan WALHI menggelar pelatihan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Miftahul Khaer Tangerang. (Foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – TANGERANG, BANTEN – Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Tangerang, Banten, menggelar pelatihan pengelolaan sampah bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), 14–15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas santri dan pengelola pesantren dalam mengelola sampah secara berkelanjutan sekaligus mendorong terwujudnya Green Pesantren yang peduli terhadap lingkungan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutannya, perwakilan P3M KH Sarmidi Husna mengatakan persoalan sampah semakin serius, termasuk di lingkungan pesantren. Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya melalui pemilahan, pemanfaatan kembali, hingga pengolahan.

Menurutnya, sampah tidak semata-mata menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memiliki nilai ekonomi. Pengalaman P3M dalam mendampingi pesantren menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik bahkan dapat menekan biaya pembuangan sekaligus menghasilkan pemasukan.

“Pesantren tidak lagi hanya mengandalkan sistem pembuangan, tetapi mulai mengelola sampah sejak dari sumbernya,” demikian salah satu poin yang disampaikan P3M dalam kegiatan tersebut.

Pengelolaan Sampah Bagian dari Nilai Keislaman

P3M juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis, tetapi juga kebiasaan dan cara pandang.

Menjaga kebersihan perlu ditempatkan sebagai pekerjaan yang mulia. Dalam konteks nilai keislaman, para santri didorong menjadi muslih, yakni pihak yang melakukan perbaikan, bukan mufsid atau pihak yang menyebabkan kerusakan.

P3M berharap Pondok Pesantren Miftahul Khaer dapat berkembang menjadi pesantren percontohan dalam pengelolaan sampah dan menjadi tempat belajar bagi pesantren lain yang ingin menerapkan konsep green pesantren.

Sementara itu, perwakilan WALHI, Wahyu, mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Allah.

Menurutnya, kebersihan tidak cukup hanya dengan memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Sampah yang dibuang ke sungai, misalnya, tetap dapat mencemari air dan merusak ekosistem.

Para santri juga diajak mengurangi sampah makanan dengan mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus bentuk amal saleh.

Pesantren Sudah Mulai Pilah Sampah

Perwakilan Divisi Kebersihan Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Ulin Nuha, mengatakan pihaknya telah melakukan pemilahan sampah secara mandiri selama kurang lebih delapan bulan.

Sampah plastik seperti botol dan gelas plastik dikumpulkan dan disalurkan kepada pengepul sehingga menghasilkan pemasukan bagi divisi kebersihan.

Pesantren juga mulai mengumpulkan sampah organik, termasuk sisa makanan dan nasi. Pada kondisi tertentu, terutama hari Minggu, jumlah sisa nasi dapat mencapai sekitar 20 kilogram per hari.

Ke depan, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan dan penjualan bahan mentah. Pesantren ingin mengembangkan pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah.

Sejumlah alternatif yang mulai dipertimbangkan antara lain pengolahan sampah plastik, komposting, eco-enzyme, hingga budidaya maggot untuk menangani sampah organik.

Dengan sistem yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan, pemilahan hingga pengolahan, sampah diharapkan dapat menjadi sumber manfaat sekaligus mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

Bentuk Pendidikan Karakter Santri

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khaer menilai pelatihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter santri.

Para santri didorong untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah lingkungan.

Pengelolaan sampah juga dinilai memiliki peluang ekonomi. Dengan semakin banyaknya aktivitas di pesantren, volume sampah yang dihasilkan ikut meningkat. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi peluang apabila dikelola secara tepat.

Pihak pesantren juga memiliki lahan yang dapat dikembangkan untuk mendukung program pengelolaan sampah. Para santri dan pengurus didorong menjadi perintis sekaligus penggerak perubahan di lingkungan pesantren.

Targetkan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Seluruh pihak berharap pelatihan selama dua hari tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembukaan dan penyampaian materi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi dan praktik pengelolaan sampah sebagai bagian dari pendampingan P3M dan WALHI.

Target akhirnya adalah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, memberikan manfaat ekonomi, membentuk karakter santri yang peduli lingkungan, serta memperkuat Pondok Pesantren Miftahul Khaer sebagai lembaga pendidikan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. (Arief)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *