Sedekah Kupat, Tradisi Unik Warga Cilacap Barat Sambut Rabu Wekasan

Sedekah Kupat kembali digelar warga Cilacap barat menyambut Rabu Wekasan. Foto Istimewa
Sedekah Kupat kembali digelar warga Cilacap barat menyambut Rabu Wekasan. (Foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – CILACAP — Masyarakat di wilayah Cilacap bagian barat kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Kupat. Rangkaian tradisi budaya tersebut berlangsung semarak di sejumlah kecamatan dan melibatkan warga dari kawasan perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat.

Rangkaian Sedekah Kupat dimulai sejak Minggu di Dusun Kamuning, Desa Matenggeng, Kecamatan Dayeuhluhur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tradisi unik nyuguh nyalar di tepi Sungai Cijolang yang menjadi batas wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Ida Farida, menjelaskan tradisi nyuguh dilakukan oleh Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.

Sementara prosesi nyalar, yakni mengambil ketupat, dilakukan masyarakat Dusun Kamuning.

“Konsepnya mirip, jadi menggantungkan ketupat-ketupat di palang gantar (bambu). Yang bersedekah sebaiknya tidak mengambil lagi ketupat yang sudah disedekahkan. Yang mengambil itu tamu, orang yang lewat, atau dari desa seberangnya,” kata Ida, Kamis (13/8/2026).

Diiringi Tutunggulan Lesung

Rangkaian tradisi berlanjut pada Senin pagi melalui babarit kupat di Dusun Sikluk, Desa Matenggeng.

Suasana semakin meriah dengan pertunjukan seni tutunggulan atau koteakan lesung yang dimainkan kaum ibu. Pertunjukan tersebut diiringi lagu-lagu berbahasa Sunda yang mengangkat semangat gotong royong.

“Terus kemudian di Selasa sore, di Dusun Sogati Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, itu di jembatan batas antara Sogati dengan Naroknok, masih di desa yang sama,” ujar Ida.

Puncak Sedekah Kupat pada Rabu Wekasan

Puncak Sedekah Kupat berlangsung pada Rabu Wekasan, yakni Rabu terakhir pada bulan Safar.

Kegiatan dimulai sejak pagi di Dusun Sukaharja dan Dusun Sukanagara, Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur. Kedua dusun tersebut berbatasan langsung dengan Dusun Gunung Gelis, Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, di kawasan Hutan Mayangkara.

Rangkaian tradisi kemudian berlanjut ke Dusun Limbangan Luhur, Desa Salebu, sebelum berakhir di Desa Cibenying, Kecamatan Majenang, pada Rabu sore.

Perayaan budaya tersebut ditutup dengan Festival Sedekah Kupat Tambaksari yang berlangsung hingga malam hari.

Selain prosesi menggantungkan ketupat pada pagi hari, festival dimeriahkan berbagai pertunjukan seni, termasuk tayuban. Panggung hiburan dipusatkan di Lapangan Desa Wisata Tambaksari.

Tradisi Sedekah Kupat tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya masyarakat Cilacap barat. Tradisi ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan warga di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Semangat berbagi, gotong royong, dan kebersamaan menjadi bagian penting dari tradisi yang terus dipertahankan masyarakat setiap tahun tersebut. (*)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *