BOROBUDURCHANEL.COM – TEMANGGUNG – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Magelang, Sri Sumirat, bersama Ketua DPD Tani Merdeka Wilayah Khusus Komunitas Adat Banokeling, Aris Munandar, mengikuti Pelatihan Budidaya Tembakau yang diselenggarakan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah di Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026, dan diikuti oleh petani dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditas tembakau yang menjadi salah satu tanaman bernilai ekonomi tinggi di wilayah Jawa Tengah.
Sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam empat angkatan. Masing-masing angkatan terdiri atas 30 peserta, dengan setiap kelas diisi perwakilan dari tiga kabupaten. Setiap kabupaten mengirimkan 10 peserta untuk mengikuti pembelajaran secara intensif.
Dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, tiga anggota mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka memperoleh pembekalan mengenai teknik budidaya tembakau yang baik, pengelolaan agribisnis, penanganan pascapanen, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian.
Selama mengikuti pelatihan, mayoritas peserta diwajibkan tinggal di asrama Bapeltan Soropadan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal. Sementara peserta yang berdomisili di sekitar lokasi diberikan izin pulang pergi dengan tetap mematuhi jadwal kegiatan yang telah ditetapkan panitia.
Selain menerima materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan sebagai bagian dari pembelajaran. Seluruh peserta diwajibkan menaati tata tertib yang berlaku, mulai dari disiplin waktu, kehadiran, etika selama proses belajar, hingga kepatuhan terhadap seluruh peraturan di lingkungan Balai Pelatihan Pertanian.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, Sri Sumirat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin berkembang.
“Ilmu yang kami peroleh tidak hanya untuk diri sendiri. Setelah pelatihan selesai, kami memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada anggota Tani Merdeka serta masyarakat di lingkungan kami, sehingga manfaat pelatihan ini bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD Tani Merdeka Wilayah Khusus Komunitas Adat Banokeling, Aris Munandar, menilai materi yang diberikan para instruktur Bapeltan akan menjadi bekal penting dalam mengembangkan budidaya tembakau di wilayah komunitas adat yang dipimpinnya.
Menurutnya, penerapan teknik budidaya yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen petani. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya petani yang lebih mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing.
Pelatihan Budidaya Tembakau dijadwalkan berakhir pada 16 Juli 2026. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan menyebarluaskan ilmu dan teknologi budidaya tembakau kepada kelompok tani serta masyarakat, sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Jawa Tengah. (*)









