BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara daring, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti guru dan tenaga administrasi Sekolah Dasar (SD) Negeri serta Taman Kanak-kanak (TK) guna meningkatkan pemahaman pengisian kuesioner sensus secara mandiri.
Ketua Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Magelang, Ahmad Taufik, mengatakan SE2026 bertujuan menyediakan data yang komprehensif mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Dibekali Tata Cara Pengisian Kuesioner
Ahmad Taufik menjelaskan, pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan melalui tiga metode, yaitu Paper and Pencil Interviewing (PAPI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).
Sementara itu, Kepala Subbagian Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Eko Prasetiyo, menegaskan pentingnya data yang akurat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Data yang akurat sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berpartisipasi aktif mengisi kuesioner sesuai kondisi sebenarnya,” kata Eko.
Materi Pengisian Hingga Aktivasi Akun
Pada sesi pertama, narasumber BPS Kabupaten Magelang, Heny Widyastuti, menjelaskan langkah-langkah pengisian kuesioner SE2026 secara daring.
Materi yang diberikan meliputi pengecekan tautan yang dikirim melalui WhatsApp atau email, registrasi mandiri, aktivasi akun, hingga proses pengisian kuesioner.
Selanjutnya, narasumber Rahayu Rachmawati memaparkan teknis pengisian setiap bagian kuesioner, termasuk data yang telah terisi otomatis. Materi serupa juga diberikan kepada peserta jenjang TK oleh narasumber Etania dan Lutfiah Ade.
Diskusi Interaktif
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari pengisian alamat yang belum mengetahui nomor RT/RW, penggunaan formulir kertas sebagai alternatif, registrasi bagi sekolah yang belum menerima tautan, hingga kendala penerimaan kata sandi melalui WhatsApp.
Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh tim BPS Kabupaten Magelang sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai mekanisme pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026.
Melalui kegiatan Ngibar ini, BPS Kabupaten Magelang berharap seluruh satuan pendidikan dapat menyelesaikan pengisian data SE2026 secara lengkap, benar, dan tepat waktu.
Kolaborasi antara BPS Kabupaten Magelang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (*)










