BOROBUDURCHANEL – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan pemerintah. Menurutnya, rendahnya gaji guru tidak bisa dilepaskan dari persoalan besar yang selama ini membebani perekonomian nasional, yakni kebocoran ekonomi yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri dalam jumlah sangat besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan pemerintah memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari kesejahteraan tenaga pendidik, keterbatasan lapangan pekerjaan, hingga masih adanya kemiskinan ekstrem.
“Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham,” ujar Prabowo.
Kebocoran Ekonomi Dinilai Hambat Kesejahteraan Rakyat
Presiden menjelaskan, setelah memimpin pemerintahan dirinya semakin memahami besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah kebocoran ekonomi nasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurut Prabowo, kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri dalam jumlah yang sangat besar sehingga negara kehilangan potensi penerimaan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun,” katanya.
Ia menegaskan praktik tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Gaji Guru hingga Lapangan Kerja Jadi Prioritas Pemerintah
Prabowo mengatakan, pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi bangsa Indonesia.
Menurutnya, apabila kebocoran ekonomi dapat ditekan, pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menaikkan kesejahteraan guru, membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat pelayanan publik, serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
“Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah,” tegasnya.
Pemerintah Klaim Selesaikan Lebih dari 100 Persoalan Strategis
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa selama sekitar 18 bulan pertama pemerintahannya, Kabinet Merah Putih telah berhasil menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun tersebut digelar sebagai bagian dari evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, sidang juga membahas berbagai capaian pembangunan nasional serta tantangan yang masih dihadapi, terutama di bidang ekonomi, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. (arief)










