BOROBUDURCHANEL.COM – MAGELANG – Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, mengajak masyarakat melihat hubungan Islam dan kebudayaan sebagai dua hal yang dapat berjalan berdampingan. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan tausiyah dalam rangkaian Festival Lima Gunung XXV di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Di hadapan masyarakat dan para seniman, Gus Yusuf menegaskan bahwa Islam tidak hadir untuk menghapus tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, Islam justru menyempurnakan tradisi agar selaras dengan nilai-nilai syariat dan akhlakul karimah.
Ia mengatakan, tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada sesama, dan rasa syukur merupakan bagian dari budaya yang patut dipelihara selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
“Islam datang bukan untuk merusak budaya, melainkan menyempurnakannya,” demikian pesan yang disampaikan Gus Yusuf dalam tausiyah tersebut.
Menurut Gus Yusuf, kebudayaan dapat menjadi media dakwah yang efektif ketika mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keadaban dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran tokoh agama dalam Festival Lima Gunung juga menunjukkan bahwa ruang kebudayaan tidak harus dipertentangkan dengan ruang keagamaan. Justru keduanya dapat saling menguatkan dalam membangun masyarakat yang berakar pada tradisi sekaligus memiliki fondasi spiritual yang kokoh.
Festival Lima Gunung sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kebudayaan di Kabupaten Magelang. Memasuki penyelenggaraan ke-25, festival tersebut tetap mempertahankan semangat kebersamaan masyarakat lereng gunung sebagai kekuatan utama dalam merawat seni, tradisi, dan identitas budaya lokal.(*)









