BOROBUDURCHANEL.COM — Pandeglang – Rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Pegedongan, Kecamatan Carita, menggunakan kapal jenis speedboat. Namun, hingga waktu yang diperkirakan tiba kembali di dermaga, kapal tersebut belum juga muncul.
Kontak komunikasi dengan rombongan juga dilaporkan terputus. Kondisi ini kemudian memicu pencarian oleh tim SAR untuk mengetahui keberadaan kapal dan para jurnalis di dalamnya.
Petugas Basarnas Banten membenarkan adanya laporan mengenai perahu jurnalis yang hilang kontak di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.
Wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau diketahui merupakan kawasan yang memiliki potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik. Selain itu, kondisi perairan dan komunikasi turut menjadi kendala dalam upaya pencarian.
Petugas menduga wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau mengalami gangguan sinyal komunikasi atau blank spot. Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan kondisi cuaca serta lalu lintas laut yang kurang bersahabat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, SAR Banten bersama kepolisian dan pemilik kapal melakukan operasi pencarian awal. Tim berupaya mendeteksi keberadaan speedboat dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran rombongan.
Namun, pencarian pada malam hari tidak dapat dilanjutkan secara maksimal. Operasi sementara dihentikan karena keterbatasan jarak pandang serta adanya risiko akibat semburan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penghentian pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel SAR yang berada di lapangan. Kondisi perairan pada malam hari juga membuat proses penyisiran menjadi lebih berisiko.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi. Tim akan menyisir kembali rute pelayaran awal yang digunakan rombongan, mulai dari kawasan Dermaga Carita menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian tersebut diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.
Hingga operasi pencarian dilanjutkan, tim SAR tetap mengantisipasi berbagai kondisi di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, termasuk aktivitas vulkanik, abu vulkanik, cuaca, serta kondisi komunikasi.***











