BOROBUDURCHANEL.COM – JAKARTA — Kabar yang ditunggu komunitas pengguna iPhone akhirnya datang. Pengembang jailbreak Lars Fröder alias opa334 merilis Dopamine 3.0 yang membawa dukungan jailbreak untuk iOS 26.0 dan iOS 26.0.1.
Dilansir dari TechSpot, Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26. Kehadirannya mengakhiri penantian panjang komunitas jailbreak sejak Apple meluncurkan iOS 26 pada September 2025.
Namun, belum semua pengguna iPhone dapat menggunakan jailbreak tersebut. Untuk saat ini, Dopamine 3.0 baru mendukung perangkat dengan chip A12 dan A13.
Butuh 326 Hari untuk Jailbreak iOS 26
Dopamine 3.0 hadir sekitar 326 hari setelah iOS 26 diluncurkan. Jeda panjang tersebut menunjukkan semakin ketatnya sistem keamanan yang diterapkan Apple pada sistem operasi terbarunya.
Selama bertahun-tahun, Apple terus menutup celah keamanan yang sebelumnya kerap dimanfaatkan oleh pengembang jailbreak.
Dopamine 3.0 menggunakan metode rootless jailbreak, yakni metode yang tidak memodifikasi sistem file inti iOS secara langsung.
File hasil modifikasi ditempatkan di lokasi terpisah. Pendekatan ini memungkinkan pemasangan maupun penghapusan tweak dilakukan tanpa mengubah sistem utama perangkat secara langsung.
Daftar iPhone yang Bisa Jailbreak iOS 26
Untuk saat ini, Dopamine 3.0 pada iOS 26 hanya mendukung perangkat dengan chip A12 dan A13.
Perangkat yang kompatibel meliputi:
- iPhone XS
- iPhone XS Max
- iPhone XR
- iPhone 11
- iPhone 11 Pro
- iPhone 11 Pro Max
- iPhone SE generasi kedua
- iPad generasi ke-9
Sementara perangkat dengan chip A14 hingga A17 belum mendapatkan dukungan jailbreak iOS 26 melalui Dopamine 3.0.
Dopamine juga masih mendukung sejumlah perangkat Apple pada versi iOS yang lebih lama. Untuk iOS 15 hingga iOS 18.7.1, perangkat dengan chip A8 hingga A13 disebut dapat menjalankan jailbreak.
Adapun perangkat dengan chip A14, A15, A16, A17 serta Apple Silicon M1 dan M2 masih mendapatkan dukungan hingga iOS 17.3.1.
Apa Itu Jailbreak?
Jailbreak merupakan proses menghilangkan sejumlah pembatasan yang diterapkan Apple pada sistem operasi iOS.
Dengan jailbreak, pengguna dapat memasang aplikasi, tweak, dan berbagai modifikasi yang tidak tersedia melalui App Store.
Pada masa awal iPhone, jailbreak populer karena memungkinkan pengguna mengubah tampilan sistem, mengakses file internal, hingga memasang aplikasi yang tidak disetujui Apple.
Namun, banyak fitur yang dahulu hanya bisa diperoleh melalui jailbreak kini telah tersedia secara resmi di iOS. Pengguna dapat melakukan lebih banyak personalisasi tanpa harus memodifikasi sistem perangkat.
Dopamine 3.0 sendiri menggunakan manajer paket seperti Sileo dan Zebra untuk memasang berbagai tweak tambahan. Proyek tersebut juga bersifat open source sehingga kode sumbernya dapat diperiksa dan dikembangkan komunitas.
Jailbreak Tetap Punya Risiko
Di balik kebebasan yang ditawarkan, jailbreak juga memiliki sejumlah risiko.
Modifikasi sistem dapat mengurangi tingkat keamanan perangkat dan membuka peluang munculnya celah yang dapat dimanfaatkan malware maupun aplikasi berbahaya.
Jailbreak juga berpotensi membuat perangkat tidak stabil, mengalami bug, atau menghadapi kendala ketika melakukan pembaruan sistem.
Selain itu, modifikasi perangkat dapat berdampak terhadap dukungan layanan resmi dari Apple.
Karena itu, jailbreak sebaiknya dipertimbangkan secara matang, terutama pada perangkat utama yang digunakan untuk menyimpan data penting atau melakukan transaksi keuangan.
Masih Relevan di Era iOS Modern?
Rilis Dopamine 3.0 menunjukkan komunitas jailbreak masih aktif meski tantangan keamanan dari Apple semakin besar.
Bagi sebagian pengguna, jailbreak tetap menarik karena memberikan kendali dan kebebasan lebih luas terhadap perangkat.
Namun, bagi pengguna lain, manfaat tersebut mungkin tidak sebanding dengan risiko keamanan dan stabilitas yang harus ditanggung.
Yang jelas, Dopamine 3.0 menjadi perkembangan penting bagi komunitas jailbreak karena membuka akses jailbreak iOS 26 bagi perangkat Apple tertentu berbasis chip A12 dan A13. (*)










