RSUP Dr Sardjito Nonaktifkan Dokter PPDS UGM Usai Komentar soal Pasien Viral di Threads

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. foto Istimewa
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. (foto _ Istimewa)
banner 468x60

BOROBUDURCHANEL.COM – YOGYAKARTA – RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menonaktifkan sementara seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah unggahan komentarnya di media sosial Threads menjadi viral dan dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien.

Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas polemik yang berkembang di ruang publik sekaligus menjaga profesionalisme dan etika dalam pendidikan dokter spesialis.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menjelaskan pihak rumah sakit mengetahui adanya unggahan tersebut setelah akun resmi Instagram RSUP Dr. Sardjito menerima banyak penandaan (tag) dari warganet.

Rumah sakit kemudian melakukan penelusuran internal dan memastikan pemilik akun bukan merupakan pegawai organik RSUP Dr. Sardjito, melainkan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM yang sedang menjalani pendidikan klinis di rumah sakit tersebut.

“Hasil penelusuran menunjukkan bahwa dokter tersebut bukan karyawan RSUP Dr. Sardjito, melainkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis FKKMK UGM,” ujar Banu.

Dinonaktifkan Sementara dari Pendidikan Klinis

Sebagai langkah awal, RSUP Dr. Sardjito bersama FKKMK UGM membentuk Tim Pendidikan Bermartabat untuk menangani kasus tersebut.

Tim akan melakukan klarifikasi sekaligus memanggil dokter PPDS yang bersangkutan guna mengetahui latar belakang unggahan yang memicu kontroversi di media sosial.

Meski dokter tersebut telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, RSUP Dr. Sardjito memutuskan untuk menonaktifkannya sementara dari seluruh aktivitas pendidikan klinis.

“Walau sudah meminta maaf, mulai hari ini yang bersangkutan kami nonaktifkan untuk menjalani proses lebih lanjut. Langkah ini kami ambil demi menjaga pendidikan yang bermartabat,” tegas pihak RSUP Dr. Sardjito.

Rumah Sakit Tegaskan Komitmen Menjaga Etika

Banu menegaskan bahwa unggahan yang menjadi sorotan merupakan tindakan pribadi dan tidak mewakili sikap maupun kebijakan RSUP Dr. Sardjito maupun FKKMK UGM.

Menurutnya, kedua institusi memiliki komitmen kuat untuk menjaga harkat dan martabat pasien serta memastikan nilai-nilai etika profesi tetap menjadi bagian utama dalam pendidikan dokter spesialis.

Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial dan memicu diskusi mengenai pentingnya etika, empati, serta profesionalisme tenaga kesehatan, khususnya dalam menggunakan media sosial dan berinteraksi di ruang digital.

RSUP Dr. Sardjito bersama FKKMK UGM memastikan proses klarifikasi akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap dokter PPDS tersebut. (Gk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *