BOROBUDURCHANEL.COM – BOJONEGORO — Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Asparagus (Aspirasi Para Lora dan Gus), BEM PTNU (Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama), Pagar Nusa Gasmi Ngraho, MP3I (Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Indonesia), serta FK3I (Forum Komunikasi Kyai Kampung Seluruh Indonesia) menyalurkan bantuan 99.999 liter air bersih bagi warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Aksi sosial tersebut digelar pada Rabu (26/8/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi persoalan krisis air bersih. Kegiatan sekaligus menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta menyambut Muktamar NU ke-35.
Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal mengatakan, bantuan air bersih tersebut disalurkan menggunakan 11 tangki dengan kapasitas sekitar 9.700 liter per tangki.
Air bersih dibagikan kepada warga di Desa Nganti, meliputi Dukuh Tukbuntung, Dukuh Jati dan Dukuh Jeding, kemudian Desa Sugihwaras di Dukuh Sambirobyong, Desa Jumok di Dukuh Banyu Urip, serta Desa Ngraho, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Gus Wal, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Persoalan krisis air bersih bukan masalah baru. Kondisi ini telah dirasakan masyarakat Bojonegoro, Lamongan dan wilayah sekitarnya selama puluhan tahun,” kata Gus Wal.
Soroti Eksploitasi Sumber Daya Alam
Di tengah persoalan krisis air bersih, Gus Wal turut menyoroti aktivitas industri ekstraktif, termasuk ExxonMobil, yang telah lama melakukan eksploitasi sumber daya alam di Bojonegoro, khususnya minyak bumi.
Ia menilai masyarakat sebagai bagian dari pemilik wilayah dan sumber daya alam semestinya mendapatkan manfaat yang lebih besar dari kekayaan alam yang berada di daerah tersebut.
“Jangan sampai kekayaan minyak bumi Bojonegoro terus diambil, sementara masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur dan Indonesia masih harus berjuang mati-matian mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Gus Wal juga menyampaikan kritik mengenai kontribusi perusahaan yang menurutnya belum banyak dirasakan langsung masyarakat dibandingkan dengan besarnya aktivitas eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Angka 99.999 Liter Jadi Simbol
Bagi PNIB, angka 99.999 liter yang disalurkan bukan sekadar jumlah bantuan. Angka tersebut sengaja dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan bintang sembilan yang identik dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Wal mengatakan angka tersebut sekaligus menjadi doa agar Muktamar NU ke-35 yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, dapat berjalan lancar, tertib, aman, damai dan penuh persaudaraan.
Ia berharap muktamar menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan baru PBNU yang berwibawa, berintegritas, berkarakter serta memiliki visi besar untuk membawa NU semakin kuat dalam menjalankan khidmah.
“Harapan kami, Muktamar NU ke-35 melahirkan para pemimpin dan pengurus yang alim, zuhud, berintegritas, serta siap totalitas berkhidmat untuk kepentingan para kiai, pondok pesantren dan seluruh warga Nahdliyin, serta lebih berperan serta berkontribusi bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Gus Wal.
Ia juga menegaskan pentingnya NU tetap berpijak pada Khittah Nahdlatul Ulama, Qanun Asasi, serta AD/ART agar organisasi tidak kehilangan jati diri dan orientasi perjuangannya.
Menurutnya, kekuatan NU harus diarahkan untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara, termasuk kepentingan para kiai, pondok pesantren dan warga Nahdliyin.
Kemanusiaan di Atas Perbedaan
Gus Wal menilai aksi penyaluran air bersih juga menjadi pengingat bahwa di atas berbagai perbedaan terdapat nilai yang lebih fundamental, yakni kemanusiaan.
“Di dunia ini tidak ada yang lebih penting daripada kemanusiaan, kepedulian, cinta, kasih sayang dan persatuan,” ujarnya.
Ia mengatakan perbedaan pilihan politik, pandangan maupun latar belakang tidak boleh mengalahkan kepentingan kemanusiaan.
Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, seluruh pihak diharapkan dapat hadir tanpa melihat sekat perbedaan.
“Kemanusiaan, kerukunan, kedamaian, keselamatan dan persatuan Indonesia harus berada di atas segalanya bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dorong Solusi Krisis Air Berkelanjutan
PNIB berharap penyaluran air bersih tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat. Aksi tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah, dunia usaha dan seluruh elemen bangsa agar persoalan krisis air bersih segera mendapatkan solusi jangka panjang.
Selain Bojonegoro dan Lamongan, PNIB juga menyoroti sejumlah daerah lain yang menghadapi persoalan serupa, seperti Bantul dan Gunungkidul.
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Muktamar NU ke-35, PNIB mengajak masyarakat memperkuat kepedulian, gotong royong, persaudaraan, kedamaian, kerukunan dan persatuan.
“Indonesia aman, Indonesia makmur, Indonesia damai. Merdeka rakyatnya, sejahtera kehidupannya, dan kuat persatuannya. Yang lebih penting dari ekonomi, politik dan kekuasaan adalah cinta, kasih sayang dan kemanusiaan,” pungkas Gus Wal. (*)










